Teknologi Belum Teruji, Blok Masela Tak Tepat Pakai Kilang Laut

Sabtu, 05 Maret 2016 - 17:21 WIB
Teknologi Belum Teruji,...
Teknologi Belum Teruji, Blok Masela Tak Tepat Pakai Kilang Laut
A A A
JAKARTA - Skema kilang laut (offshore) untuk pembangunan Blok Masela dinilai tidak tepat, lantaran menurut Ekonom dari Sustainable Development Indonesia (SDI), Dradjad Wibowo teknologi Indonesia melalui lepas pantai belum teruji. Mengaca kepada Australia yang belum menguji blok gas lepas pantainya hingga 2017, dia menilai kilang darat lebih tepat untuk blok migas abadi di Maluku Selatan tersebut.

(Baca Juga: Operator Blok Masela Ditantang Tak Minta Bantuan Pemerintah)

"Australia saja baru akan menguji untuk pembangunannya di 2017. Teknologi mereka padahal lebih maju daripada kita. Kalau ini mau dibangun di area lepas pantai, nanti dulu karena teknologi kita belum teruji," jelasnya dalam diskusi bertajuk 'Blok Masela sesuai konstitusi' di Jakarta, Sabtu (5/3/2016).

Dia menambahkan jika blok tersebut dibangun di darat, maka jelas teknologinya sudah teruji dan banyak digunakan oleh beberapa negara-negara di Timur Tengah, Rusia dan Turki. Menurutnya selama ini, kilang-kilang minyak Indonesia juga dibangun di darat, tradisi inilah yang diharapkan harus dilanjutkan.

Sementara itu sebelumnya Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri lebih condong memilih lewat skema floating LNG (offshore) karena dinilai lebih menguntungkan dibandingkan memakai skema pipanisasi (onshore). Sambung mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini, jika menggunakan skema offshore maka pemerintah akan mendapat bagi hasil yang menguntungkan.

"Kalau di laut, itu split nya kira-kira 70% pemerintah dan 30% Inpex sama Shell. Kemudian ada cost recovery. Sekarang muncul offshore, tetap dia (operator) minta 12% kan. Akibatnya apa? Tadinya 70% (pemerintah) dan 30% (contractor), karena ongkosnya naik tapi untung dia ingin tetap kan (12%), maka splitnya yang berubah. Pemerintahnya cuma dapat 20% dan mereka 80%," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minim Pengalaman, Kemampuan...
Minim Pengalaman, Kemampuan Inpex Kembangkan Blok Masela Diragukan
Proses Akuisisi Rampung,...
Proses Akuisisi Rampung, Pertamina dan Petronas Siap Sedot Gas di Blok Masela
Shell Akhirnya Lepas...
Shell Akhirnya Lepas Blok Masela ke Pertamina Jauh di Bawah Rp14,8 Triliun
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Shell Belum Mundur dari...
Shell Belum Mundur dari Blok Masella, Masih Hitung-hitungan
Proyek Blok Masela Ikut...
Proyek Blok Masela Ikut Terganggu Imbas Covid-19
Berita Terkini
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
35 menit yang lalu
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
45 menit yang lalu
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
1 jam yang lalu
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
2 jam yang lalu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
2 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved