Manajemen Risiko Ekspor-Impor Didorong Tekan Dwelling Time

Senin, 14 Maret 2016 - 18:43 WIB
Manajemen Risiko Ekspor-Impor...
Manajemen Risiko Ekspor-Impor Didorong Tekan Dwelling Time
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) meminta Bea dan Cukai untuk intens memantau manajemen risiko (Risk Management) untuk menekan waktu tunggu bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hal ini terkait beberapa perusahaan yang tidak bergerak berada di jalur merah.

"Ada perintah khusus dari Pak Menteri (Rizal Ramli) untuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengecek risk management, supaya jalur merah yang sekarang 6% bisa berubah. Karena selama sekian tahun ini tidak bergerak dari tahun ke tahun itu bisa dikondisikan supaya lebih riil," jelas Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman, Agung Kuswandono di Jakarta, Senin (14/3/2016).

(Baca Juga: Pangkas Dwelling Time Jadi 3,6 Hari, Menko Maritim Belum Puas)

Sebagai informasi salam proses pengeluaran barang impor dari kawasan pabean (port), Bea Cukai melakukan penetapan jalur terhadap suatu importasi tersebut, meliputi jalur kuning, merah dan hijau hingga jalur prioritas. Pada jalur merah, pengeluaran Barang Impor dari kawasan pabean (port) harus lebih dulu melakukan pemeriksaan fisik barang dan dilakukan penelitian dokumen setelah penerbitan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).

Namun menurut Agus banyak dari dulu perusahaan yang terus berada pada jalur merah, padahal dinilai perusahaan tersebut seharusnya sudah belajar menjadi lebih baik, sehingga ketika masuk, sudah tidak perlu berada di jalur merah. "Kalau dia belajar, mestinya tidak harus di merah terus dong. Bisa di kuning, bisa juga langsung ke hijau. Masa merah terus," kata dia.

Dia menambahkan ini merupakan tugasnya Bea Cukai untuk melakukan pengecekan database perusahaan mereka apakah sudah ada perubahan atau perbaikan, atau belum. "Namun importir di Bea Cukai Indonesia ada sampai 22 ribu, jadi ngeceknya juga tidak mudah karena harus dilihat track record mereka dari awal sampai akhir," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Tinggal Tapi Engga Bayar,...
Tinggal Tapi Engga Bayar, Luhut Pelototi Kapal-kapal Asing yang Masuk ke Labuan Bajo
Luhut Paparkan Kondisi...
Luhut Paparkan Kondisi Ekonomi dan Iklim Investasi RI di Tengah Pandemi
Berita Terkini
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
34 menit yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
40 menit yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
53 menit yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
59 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
1 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved