Inpex Akui Akan Lakukan Pengurangan Pekerja di Blok Masela

Kamis, 17 Maret 2016 - 18:41 WIB
Inpex Akui Akan Lakukan...
Inpex Akui Akan Lakukan Pengurangan Pekerja di Blok Masela
A A A
JAKARTA - Dua existing operator lapangan abadi Blok Masela, Maluku yang tergabung dalam Konsorsium Masela yakni Inpex Corporation mengakui akan menyusutkan atau menyesuaikan karyawan sesuai dengan kebutuhan proyek Blok Masela. Hal ini menyusul belum jelasnya nasib revisi plan of development (POD) Blok Masela yang telah diajukan sejak akhir tahun lalu.

Senior Communication Manager Inpex Corporation, Usman Slamet mengatakan, Inpex dan Shell tetap berkomitmen untuk melanjutkan pengembangan Blok Masela. Mereka tidak akan hengkang dari Tanah Air seperti yang diisukan belakangan. Namun, mengenai karyawan mereka akan menyesuaikannya sesuai kebutuhan.

(Baca: SKK Migas: Blok Masela Terkatung-katung, Inpex dan Shell Pangkas Pekerja)

"Inpex dan Shell tetap berkomitmen untuk melanjutkan pengembangan lapangan gas Abadi. Inpex dan Shell akan selalu melakukan penyesuaian ketenagakerjaan sesuai dengan kebutuhan proyek," ujarnya, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (17/3/2016).

Usman menuturkan, jika dalam waktu dekat pemerintah telah memutuskan mengenai skema pengembangan kilang di Blok Migas tersebut, maka pihaknya akan segera melakukan pekerjaan Front End Engineering Design (FEED)‎. Saat ini, kedua operator ini masih menanti keputusan pemerintah terkait skema kilang yang memiliki dua opsi, yaitu skema LNG terapung (FLNG/offshore) atau pipanisasi darat (onshore).

‎"Begitu pemerintah telah memberikan persetujuan terhadap revisi POD-1, yang tentunya sesuai dengan harapan kami, Inpex dan Shell akan segera melakukan perkerjaan tahap selajutnya, yaitu masuk ke tahap FEED," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan Inpex Indonesia akan melakukan downsizing personnel atau pengurangan jumlah pekerja di Tanah Air sampai 40%. Demikian pula Shell akan melakukan restrukturisasi.

Inpex beralasan sampai Kamis, 10 Maret 2016, belum ada keputusan pemerintah terhadap persetujuan model rencana pengolahan pengembangan (POD) Blok Masela, Maluku. SKK Migas khawatir kondisi ini akan menimbulkan lay off atau pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran

"SKK Migas dapat info dari Inpex bahwa karena sampai dengan Kamis, 10 Maret 2016 belum ada keputusan terhadap revisi POD Blok Masela yang sudah diajukan Inpex awal September tahun lalu, maka Inpex putuskan melakukan downsizing personnel sampai 40% total personel di Indonesia," ujar Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, dalam keterangan persnya di Wisma Mulia Jakarta, Rabu (16/3/2016) malam. ‎

(Baca: SKK Migas: Pilih Kilang Darat, Nasib Blok Masela Makin Tak Jelas)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dukung Keberlanjutan...
Dukung Keberlanjutan Pasokan Gas Domestik, PGN Siap Serap Pasokan LNG dari Proyek Abadi LNG Blok Masela
Minim Pengalaman, Kemampuan...
Minim Pengalaman, Kemampuan Inpex Kembangkan Blok Masela Diragukan
Proyek Abadi Masela,...
Proyek Abadi Masela, SKK Migas dan Inpex Inspeksi 17 Stasiun Metocean di Tengah Laut
Minat Caplok Blok Masela...
Minat Caplok Blok Masela 10%, Menteri ESDM Minta Medco Izin ke Konsorsium
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Shell Cabut, Inpex Yakin...
Shell Cabut, Inpex Yakin Proyek Masela Jalan Terus
Berita Terkini
Krakatau Posco Tanamkan...
Krakatau Posco Tanamkan Budaya Keselamatan kepada Generasi Muda
10 menit yang lalu
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
23 menit yang lalu
BCA Buka Pendaftaran...
BCA Buka Pendaftaran Beasiswa PPBP dan PPTI Tahun Ajaran 2027
1 jam yang lalu
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
1 jam yang lalu
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
2 jam yang lalu
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved