Menteri ESDM Klaim Gas Rumah Tangga Hemat Subsidi Elpiji Rp22 T

Senin, 21 Maret 2016 - 15:38 WIB
Menteri ESDM Klaim Gas...
Menteri ESDM Klaim Gas Rumah Tangga Hemat Subsidi Elpiji Rp22 T
A A A
PRABUMULIH - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyakini gas rumah tangga akan menghemat subsidi elpiji 3 kilogram yang ditetapkan dalam APBN 2016 sebesar Rp22 triliun. Selain menghemat anggaran subsidi, lanjut dia penggunaan jaringan gas rumah tangga penggunaannya aman di tengah masyarakat.

Terkait konsumsi gas dalam negeri, saat ini telah mencapai 60% dan dia memperkirakan pada 2040 secara keseluruhan alokasi gas bumi digunakan untuk kepentingan domestik. Menurutnya pemanfaatan jaringan gas rumah tangga jauh lebih efisien ketimbang menggunakan gas elpiji. Efisiensi masyarakat membeli gas rumah tangga mencapai 50% di banding menggunakan gas elpiji.

"Pergeseran subsidi akan digunakan untuk kegiatan yang lebih produktif. Sehingga subsidi benar-benar jatuh kepada masyarakat yang berhak mendapat subsidi," kata dia di sela kunjungan kerja peresmian proyek-proyek infrastruktur energi di Taman Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Senin (21/3/2016).

(Baca Juga: 89.000 Jaringan Gas Rumah Tangga Ditarget Terpasang Tahun Ini)

Dia menambahkan alokasi paling besar dalam target pemerintah yakni 89.000 jaringan gas sambungan rumah adalah di Prabumulih. Menurutnya program pembangunan jaringan gas rumah tangga di Prabumulih telah berjalan. Bahkan lanjut dia program City Gas pemerintah yang dikelola bersama Pertagas ini telah mengaliri 8.000 sambungan gas rumah tangga

"Paling besar alokasinya di Prabumulih dan sekaligus sebagai percontohan City Gas di seluruh wilayah Indonesia. Targetnya untuk tahun ini di Prabumulih akan terakses 32.000 lebih sambungan jaringan gas rumah tangga. Anggarannya lebih dari Rp500 miliar," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kontrak Pembangunan...
Kontrak Pembangunan Jargas Tahap III Sebanyak 44.461 SR Diteken
PGN Siagakan Satgas...
PGN Siagakan Satgas Nataru 2025, Pastikan Pelayanan Terbaik Penyaluran Gas Bumi
Subholding Gas Pertamina...
Subholding Gas Pertamina Siap Uji Coba Angkut LNG Pakai Kereta Api Tahun Ini
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan LPG, PGN Kejar 1 Juta Sambungan di 2025
Kontrak Pembangunan...
Kontrak Pembangunan Jargas Tahap II Rp137,13 Miliar Diteken
Jaringan Gas Bumi Jadi...
Jaringan Gas Bumi Jadi Pemantik Ekonomi Industri Kecil di Bumi Majapahit
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
3 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
3 jam yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
3 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
4 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
5 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved