JK Sindir Kementerian Gemar Hamburkan Anggaran Negara

Selasa, 22 Maret 2016 - 17:32 WIB
JK Sindir Kementerian...
JK Sindir Kementerian Gemar Hamburkan Anggaran Negara
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) melayangkan sindiran keras kepada kementerian dan lembaga yang kerap menghamburkan anggaran untuk berbagai program dan kegiatan yang bukan menjadi skala prioritas. Bahkan menurutnya setiap pengajuan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) mereka selalu berlomba-lomba untuk mengajukan penambahan anggaran.

Dia menambahkan selama ini anggaran seakan-akan dibuat berdasarkan persentase rata. Jika suatu anggaran belanja dalam APBN naik 10%, maka semua kementerian akan meminta kenaikan yang setara yakni sekitar 10%. Kendati tidak ada program yang mendesak dan membutuhkan anggaran lebih, kementerian dan lembaga selalu mencari cara agar pengajuan tambahan anggaran dapat diterima.

"Kalau tidak ada yang bisa dibangun, perbaiki gedung, tambah AC, atau tambah perjalanan, tambah seminar, biar habis anggaran. Dianggap seakan-akan prestasi di dalam menghabiskan dana. Padahal prestasi adalah meningkatkan nilai tambah," katanya di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Selasa (22/3/2016).

(Baca Juga: JK: Anggaran Besar Tak Jamin Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi)

Karena itu, dalam pengajuan APBNP 2016, JK mnyarankan seluruh kementerian dan lembaga diminta untuk menyiapkan mental karena tidak akan ada lagi kenaikan anggaran melainkan justru pengurangan anggaran. Seluruh kementerian dan lembaga pun diminta untuk melakukan penyesuaian terhadap rencana kementerian agar disesuaikan dengan anggaran yang telah ditentukan.

"Penyesuaian diri itu adalah mengurangi anggaran yang tidak prioritas. Kenapa itu terjadi? Karena selama ini anggaran selalu seakan dibuat berdasarkan persentase rata. Naik anggaran 10%, semua kementerian minta naik 10%," imbuh dia.

Mantan Wapres era Presiden SBY ini menekankan, seluruh kementerian dan lembaga diminta untuk memperhitungkan efek nilai tambah (multiplier effect) sebelum menyusun rencana program. Program yang menjadi prioritas untuk disusun adalah yang memililki dampak luas terhadap perekonomian Indonesia.

"Perjalanan tidak penting, perjalanan rame-rame, perjalanan seminar, perjalanan konferensi, total harus dikurangi. Memang mempunyai dampak, tapi dampaknya bukan ke kita, tapi ke hotel. Sehingga yang protes bukan Anda, tapi hotel yang protes. Karena kita tahu juga hotel ada kerja sama, seminarnya dua hari, hotelnya empat hari. Nah itu kadang-kadang begitu. Tapi sekarang tidak lagi," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bappenas Pangkas 344...
Bappenas Pangkas 344 Pos Anggaran Kementerian dan Lembaga
Kemendagri dan BKKBN...
Kemendagri dan BKKBN Bahas Implementasi Anggaran DAK KB 2025
Lelet Serap Anggaran,...
Lelet Serap Anggaran, Banyak Kementerian Kembalikan Anggaran ke Purbaya
9 Kementerian dengan...
9 Kementerian dengan Anggaran Terbesar di 2024, Ada yang Dapat Ratusan Triliun
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Ini Kerangka Rancangan...
Ini Kerangka Rancangan APBN 2021
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
5 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
5 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
6 jam yang lalu
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
6 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
7 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
7 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved