IHSG Diprediksi Akan Bergerak Tertekan

Selasa, 29 Maret 2016 - 08:05 WIB
IHSG Diprediksi Akan...
IHSG Diprediksi Akan Bergerak Tertekan
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi akan akan bergerak tertekan mencoba menguji support dengan range pergerakan 4.700-4.800. Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menerangkan dilihat dari analisa teknikal, IHSG bergerak gap down terlihat tidak mampu bertahan pada support MA25.

Sehingga menurutnya, berpeluang besar menguji support bullish trend jangka panjang yang sekaligus support MA50 pada level 4708. "Indikator stochastic bergerak negatif dengan cepat mendekati oversold dengan momentum bearish dari RSI yang terlihat cukup kuat," ujarnya di Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Dia menambahkan sentimen yang akan dipantau selanjutnya oleh investor diantaranya Indeks kepercayaan konsumen, tingkat kemampuan konsumen dan penjualan rumah baru di Amerika Serikat (AS). Sementara IHSG kemarin dibuka kembali mengalam koreksi diwarnai aksi jual investor melihat potensi penguatan USD pasca bagusnya data Gross domestic product (GDP) AS.

IHSG ditutup menurun 53,46 poin atau sebesar -1,11% dilevel 4.773,63 dengan volume yang cukup besar hingga 9.1 miliar lembar saham. Investor asing pun melakukan aksi jual sebesar Rp487,76 miliar seiring pelemahan rupiah memimpin penurunan di pasar negara berkembang. "Sektor komoditas terlihat menguat seakan menguatkan teori pelemahan mata uang terhadap pertumbuhan eksport," pungkasnya.

Tercatat pada perdagangan saham kemarin kembali didominasi aksi jual dalam volume dan nilai transaksi yang minim. IHSG untuk lima hari perdagangan beruntun. Nilai transaksi di pasar reguler menyusut hanya mencapai Rp2,94 triliun jauh di bawah rata-rata harian pekan kemarin sebesar Rp4,14 triliun.

Sementara Analis First Asia Capital, David Sutyanto menerangkan minimnya insentif positif dan mencuatnya kekhawatiran semakin dekatnya kenaikan tingkat bunga Fed Fund Rate (FFR) yang memicu penguatan dolar AS (USD) menjadi faktor penekan pasar saham.

"Kemarin nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,73%, di posisi terendah selama empat pekan terakhir di Rp13.342/USD, dibandingkan posisi akhir pekan lalu di Rp13.245/USD. Melemahnya kembali rupiah terhadap dolar AS sepekan terakhir telah berdampak negatif terhadap pergerakan harga saham sektoral yang sensitif interest rate seperti perbankan, properti, dan konsumsi," tutup David.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Reli Mulai Terbatas,...
Reli Mulai Terbatas, IHSG Pekan Depan Diprediksi Uji Support 7.100
Prediksi IHSG Pekan...
Prediksi IHSG Pekan Depan: Waspada Koreksi Lanjutan, Cermati Saham-Saham Ini
IHSG Berpeluang Bergerak...
IHSG Berpeluang Bergerak di Kisaran 6.202-6.318 Jelang Rilis Suku Bunga
Jika IHSG Melempem,...
Jika IHSG Melempem, Mainkanlah Enam Saham Ini
Indeks Dirapal Melempem,...
Indeks Dirapal Melempem, Cermati lima Saham Ini
Indeks Dijampi Mengkerut,...
Indeks Dijampi Mengkerut, Pelototi Enam Saham di Bawah Ini
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
10 menit yang lalu
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
45 menit yang lalu
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
1 jam yang lalu
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
1 jam yang lalu
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
2 jam yang lalu
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
11 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved