Menperin Redam Ketakutan Deindustrialisasi di Tanah Air

Sabtu, 02 April 2016 - 11:28 WIB
Menperin Redam Ketakutan...
Menperin Redam Ketakutan Deindustrialisasi di Tanah Air
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin), Saleh Husin membantah jika dikatakan saat ini terjadi proses deindustrialisasi alias penurunan kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia. Menurutnya, yang terjadi justru sebaliknya yakni investasi di Tanah Air terus meningkat dan pertumbuhan industri semakin tinggi.

Dirinya tidak menampik jika ada beberapa perusahaan yang hengkang dari Indonesia. Namun hal itu menurutnya jangan dijadikan patokan bahwa akan terjadi deindustrialisasi. Sebab, meskipun beberapa perusahaan hengkang namun yang masuk ke Indonesia juga tidak kalah banyaknya.

"‎Saya kira kalau kekhawatiran (deindustrialisasi) biasa saja. Kan seperti orang ditanya ada yang meninggal pasti ada yang meninggal. Ada yang lahir ya tiap hari. Begitupun di industri, yang melakukan investasi banyak dan yang kolaps juga ada pasti. Nggak kita tutupi, tapi yang tumbuh lebih banyak‎," katanya dalam diskusi Polemik Sindotrijaya di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (2/4/2016).

(Baca Juga: Menperin Pilih Fokus Kerja di Tengah Isu Reshuffle)

Dia menyebutkan, persentase pertumbuhan industri d‎i Indonesia justru berada di atas persentase pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Pada 2015, saat ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,79% namun pertumbuhan industri justru tumbuh 5,04%.

"Walaupun memang pertumbuhan ekonomi di 2015 kemarin hanya tumbuh 4,79% ya artinya lumayan dibanding negara ASEAN lain yang tumbuhnya masih di bawah itu. Apalagi pertumbuhan industri justru diatasnya yaitu 5,04%," imbuh dia.

Politisi Partai Hanura ini menambahkan, pemerintah juga melakukan sejumlah upaya memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dan industri di Tanah Air, agar iklim investasi semakin membaik. Salah satunya dengan memperbaiki regulasi dan proses perizinan, yang kini hanya membutuhkan waktu 3 jam.

"Sekarang perizinan dipusatkan di BKPM. Ada satu lompatan, misal kemarin pengurusan perizinan yang butuh sekian bulan sekarang hanya 3 jam izinnya bisa keluar dan langsung bisa konstruksi," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PMI Agustus Tembus Level...
PMI Agustus Tembus Level 50, Apakah Tanda Industri Manufaktur Mulai Pulih?
Sektor Industri Manufaktur...
Sektor Industri Manufaktur Siap Memasuki Era New Normal
Teknologi Digital Datangkan...
Teknologi Digital Datangkan Cuan, Sektor Industri Jangan Gaptek
Kuartal I, Sektor Industri...
Kuartal I, Sektor Industri Beri Sumbangan 19,98% ke PDB
Implementasi Harga Baru...
Implementasi Harga Baru Gas Dorong Ekspansi Sektor Manufaktur
Imbas Covid-19, Menperin...
Imbas Covid-19, Menperin Sebut Pertumbuhan Industri Hanya Berkisar 0,7%
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
11 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved