Kadin Minta Paket Kebijakan Ekonomi Tidak Sporadis

Selasa, 05 April 2016 - 12:08 WIB
Kadin Minta Paket Kebijakan...
Kadin Minta Paket Kebijakan Ekonomi Tidak Sporadis
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengkritik pemerintah yang telah mengeluarkan 11 paket kebijakan ekonomi, namun kerangka dan tujuan dari peluncuran paket tersebut masih belum jelas. Karena, jika arah dan tujuannya tidak jelas maka paket-paket tersebut sifatnya akan sporadis.

Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, pada dasarnya isi dari paket kebijakan yang dirilis pemerintah cukup baik. Bahkan, paket kebijakan ekonomi jilid X yang berisi revisi daftar negatif investasi (DNI) direspons positif oleh kalangan dunia usaha dari dalam maupun luar negeri.

"‎Dalam waktu tiga bulan kepengurusan saya, banyak dubes yang datang menyampaikan prioritasnya dan itu sudah terjawab dalam paket kebijakan. Revisi DNI mendapat masukan sangat positif dari dunia usaha dalam dan luar negeri," katanya dalam acara Pengukuhan dan Rapat Pengurus Lengkap Kadin di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (5/4/2016).

Hanya saja, paket kebijakan tersebut harus punya arah dan tujuan yang jelas. Karena itu, sebelum pemerintah meluncurkan paket kebijakan lagi perlu dipikirkan tujuan yang jelas dari paket tersebut.

"‎Kadin ingin paket itu harus punya kerangka arah dan tujuan. Karena kalau tidak, sifatnya sporadis. Kita melihatnya paket sudah bagus, tapi kerangka tujuannya kemana," imbuh dia.

Kadin, lanjut Rosan, berkeinginan agar arah dari paket kebijakan tersebut untuk penciptaan lapangan kerja. Dengan jumlah rakyat Indonesia sebesar 250 juta jiwa, penciptaan lapangan kerja mutlak harus diprioritaskan.

"Karena dengan itu, akan mengurangi kemiskinan, menciptakan pemerataan. Dari Kadin, kebijakan sudah bagus tapi tolong arahnya menciptakan lapangan kerja," tuturnya.

Dia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) juga harus menjadi prioritas pemerintah. Karena, jika pendidikan masyarakat Indonesia masih minim maka pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah tidak akan ada artinya.

"Pendidikan itu investasi jangka panjang. Karena hal positif yang kita lakukan, pembangunan infrastruktur tidak akan ada hasilnya apabila bangsa tidak punya kemampuan berpikir, bertindak, dan pemahaman industri serta pemahaman terhadap perekonomian secara umum," tandas Rosan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menko Airlangga Beberkan...
Menko Airlangga Beberkan Arah Kebijakan Perekonomian Nasional
Keras! Ekonom Ini Sebut...
Keras! Ekonom Ini Sebut Kebijakan Ekonomi Pemerintah Bak 'Mengisi Ember Bocor
6 Kebijakan Baru di...
6 Kebijakan Baru di Tahun 2026: Dari Pajak, Pertanahan, hingga Transportasi
Pesan Erick Thohir:...
Pesan Erick Thohir: Jangan Karena Ganti Pemimpin, Kebijakannya Ganti Lagi
Perbandingan Kebijakan...
Perbandingan Kebijakan al-Sisi dan Mursi ketika Memimpin Mesir
Pengamat dari UNM Dukung...
Pengamat dari UNM Dukung Strategi Ekonomi Jokowi
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
16 menit yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
10 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
10 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
10 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
10 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
11 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved