Wall Street Turun Tajam Dipicu Aksi Ambil Untung

Rabu, 06 April 2016 - 08:02 WIB
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dipicu Aksi Ambil Untung
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat berakhir turun tajam, karena investor melakukan aksi ambil untung menjelang laporan keuangan kuartalan perusahaan. Hal ini terlihat mampu membuat kinerja sebagian bursa Amerika Serikat (AS) berada di wilayah negatif.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/4/2016), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,75% menjadi 17.603,32, Indeks S&P 500 kehilangan 20,96 poin menjadi 2.045,17, dan Indeks Nasdaq Composite turun 0,98% ke level 4.843,93.

Setelah terjadi lonjakan 13% dalam tujuh pekan terakhir, Indeks S&P 500 turun 1,01%. Bahkan ke-10 sektor turun tajam dipimpin perusahaan farmasi Allergan. Itu adalah penurunan S&P pertama dalam enam sesi, meninggalkan indeks datar selama 2016. Pendapatan rata-rata diperkirakan turun 7,1% dari periode tahun lalu.

"Konsensus umum adalah bahwa kita akan melihat penurunan pendapatan. Pertanyaan besar adalah seberapa besar penurunan akan terjadi?" kata Peter Jankovskis, co-kepala investasi di Oakbrook Investments LLC di Lisle, Illinois.

Managing Director IMF, Christine Lagarde kemarin memperingatkan peningkatan risiko terhadap pertumbuhan ekonomi global kecuali pembuat kebijakan mengambil tindakan yang kuat. Sepekan sebelumnya Ketua The Fed, Janet Yellen masih berhati-hati terkait kebijakan suku bunga, mengingat ekonomi global goyah dan harga minyak yang rendah.

Data kemarin menunjukkan defisit perdagangan AS pada Februari melebar lebih dari yang diharapkan. Sementara laporan lain menunjukkan layanan aktivitas sektor naik pada Maret.

Di antara 10 besar sektor S&P yang mengalami penurunan, sektor utilitas SPLRCU jatuh paling dalam hingga 1,88% disusul sektor keuangan yang turun 1,44% dipimpin Wells Fargo (WFC.N) yang melemah 2,04%.

Saham Allergan (AGN.N) turun 14,77% setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan aturan untuk membatasi penawaran inversi pajak, berpotensi menggelincirkan merger pembuat obat dengan Pfizer (PFE.N) naik 2,1%. Allergan adalah pengaruh negatif terbesar pada Indkes S&P 500.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
2 menit yang lalu
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
18 menit yang lalu
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
40 menit yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
1 jam yang lalu
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
1 jam yang lalu
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved