Koperasi Kurang Dilirik Kembangkan Pariwisata RI

Rabu, 06 April 2016 - 13:19 WIB
Koperasi Kurang Dilirik...
Koperasi Kurang Dilirik Kembangkan Pariwisata RI
A A A
JAKARTA - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menyayangkan koperasi kurang dilirik untuk mengembangkan destinasi pariwisata di Indonesia. Pengelolaan pariwisata di Tanah Air sejauh ini masih didominasi oleh perusahaan swasta yang tidak berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Deputi Produksi dan Pemasaran Koperasi dan UKM, Kemenkop UKM, I Wayan Dipta menuturkan, pengelolan bisnis pariwisata oleh swasta kurang menyentuh kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Ada juga koperasi yang mengelola bisnis pariwisata. Tapi sebagai salah satu badan hukum Indonesia, koperasi ini masih menjadi pemain minoritas dalam bisnis pariwisata," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Karena itu, pihaknya mendorong keterlibatan koperasi masuk untuk mengelola dan mengembangkan destinasi pariwisata. Tujuannya meningkatkan pariwisata masyarakat dalam pemberdayaan pariwisata berbasis komunitas sehingga menyejahterakan anggota koperasi dan masyarakat sekitar.

Menurutnya, koperasi memiliki potensial dalam pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata. Kemenkop UKM sendiri berupaya menjadikan pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata sebagai program unggulan dengan memberi fasilitas dan bantuan yang bersifat stimulan sebagai modal koperasi.

"Koperasi yang di masing-masing daerah wisata bergerak menjalankan berbagai usaha. Antara lain penataan homestay, kapal wisata, penataan UKM sekitar obyek wisata," tandas Wayan.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara selama 2015 mencapai 10,41 juta kunjungan atau melampaui target yang ditetapkan sebesar 10 juta kunjungan. Sementara untuk tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 12 juta dan 260 juta wisatawan lokal.

Berdasarkan hitungan kasar, target jumlah kunjungan wisatawan mancanegara 2016 ini diprediksi menyumbang devisa sebesar Rp172 triliun. Sedangkan dari wisatawan lokal, jumlah pendapatan yang akan dihasilkan negara akan mencapai sebanyak Rp223 triliun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Teten Dukung Kopisetara...
Teten Dukung Kopisetara Kembangkan Destinasi Wisata di Indonesia
Bantuan Likuiditas bagi...
Bantuan Likuiditas bagi Koperasi Saat Pandemi Disepakati Pemerintah
Itikad Baik Pendiri...
Itikad Baik Pendiri Jadi Solusi Penuntasan Persoalan Koperasi Indosurya
Ditawari Modal Koperasi...
Ditawari Modal Koperasi Rp2 Miliar, Peternak Sapi di Lampung Happy
Pernyataan Shadow Banking...
Pernyataan Shadow Banking Jadi Polemik, Ini Penjelasan Kemenkop UKM
Hindari Penumpang Gelap...
Hindari Penumpang Gelap di Koperasi, KemenKop UKM Turunkan Tim Pengawas
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
37 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
54 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
15 Lagu Nasional Terbaik...
15 Lagu Nasional Terbaik untuk HUT Ke-80 RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved