PTKP Dinaikkan, Menkeu Akui Pemasukan Pajak Berkurang

Kamis, 07 April 2016 - 02:02 WIB
PTKP Dinaikkan, Menkeu...
PTKP Dinaikkan, Menkeu Akui Pemasukan Pajak Berkurang
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana menaikkan besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dari Rp36 juta/tahun menjadi Rp54 juta/tahun. Artinya, pekerja yang mempunyai gaji Rp4,5 juta/ bulan tidak akan dikenai pajak.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menyadari dengan kenaikan besaran tersebut pemasukan dari wajib pajak orang pribadi yang bekerja akan berkurang. "Kami menyadari memang akan turun. Karena kenaikan ini ya risikonya itu," ujarnya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (5/4/2016)

Meski demikian, penurunan ini akan dikompensasi Ditjen Pajak dengan ekstensifikasi tersendiri agar semuanya balance dan tetap bisa menopang penerimaan negara dari pajak.

"Kita nanti akan melakukan pemeriksaan wajib pajak orang pribadi agar bisa tetap balance meskipun kita sadar penerimaan akan berkurang," kata Bambang.

Seperti diketahui, target penerimaan pajak tahun ini naik menjadi Rp1.350 triliun. Ditjen Pajak melakukan berbagai upaya untuk mengejar target tersebut. Terakhir adalah mewajibkan bank dan penerbit kartu kredit melaporkan data transaksi setiap bulan.

Meski begitu, pemerintah sedang berkonsultasi ke DPR soal rencana kenaikan PTKP tersebut dan anggota dewan di Senayan akan memberi sambutan positif. Kenaikan PTKP rencananya berlaku Juni 2016, dan berlaku surut sejak awal Januari 2016.

Baca juga:

Penghasilan Rp4,5 Juta/Bulan Tidak Akan Kena Pajak

DPR Sambut Baik Pegawai Bergaji Rp4,5 Juta/Bulan Bebas Pajak

8,9 Juta Wajib Pajak Telah Lapor SPT
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Per 1 Juli Netflix dan...
Per 1 Juli Netflix dan Zoom Dikenai Pajak
Dihantam Covid-19, hingga...
Dihantam Covid-19, hingga April Penerimaan Pajak Turun 0,9%
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Penerimaan Pajak dari Sektor Digital
Pajak Digital Belum...
Pajak Digital Belum Disepakati G20, Sri Mulyani Ungkap Gara-gara AS
Viral Pegawai Pajak...
Viral Pegawai Pajak Lakukan KDRT, DJP: Sudah Ditangani Polisi
Ini Lho Alasan Kenapa...
Ini Lho Alasan Kenapa Sepeda Masuk Objek Wajib Lapor SPT
Berita Terkini
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
18 menit yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
59 menit yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
1 jam yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
2 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
2 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
2 jam yang lalu
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved