Menghilangkan Kesenjangan Sosial, Ini Kuncinya

Senin, 11 April 2016 - 22:39 WIB
Menghilangkan Kesenjangan...
Menghilangkan Kesenjangan Sosial, Ini Kuncinya
A A A
BREBES - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan, industri manufaktur merupakan salah satu kunci menghilangkan kesenjangan sosial di Tanah Air. Sayangnya, saat ini Indonesia belum berhasil mengembangkan industri berbasis manufaktur, sehingga kesenjangan sosial masih tetap menghantui negeri ini.

Darmin menuturkan, industri manufaktur menjadi kunci untuk menghilangkan kesenjangan di Indonesia karena sektor tersebut mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Selain itu, sektor tersebut menjanjikan penghasilan yang cukup baik.

"‎Sebetulnya data terakhir (kesenjangan) itu ada sedikit perbaikan, walau tidak banyak. Selama kita enggak bisa menyelesaikan dan mengembangkan itu, selama itu kesenjangannya sulit untuk membaik. Setelah pembangunan infrastruktur, mau tidak mau harus disusul dengan pembangunan sektor industri manufaktur," katanya di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/4/2016).

Menurut eks Gubernur BI ini, meski Indonesia telah masuk dalam pengaruh dan perkembangan ekonomi digital, namun industri manufaktur tetap menjadi kunci pengentasan kesenjangan sosial. Sebab, industri manufaktur memiliki produktifitas yang relatif tinggi.

Mantan Dirjen Pajak ini menuturkan, sejak dulu pemerintah selalu beralasan infrastruktur di Tanah Air belum baik sehingga belum saatnya mengembangkan industri manufaktur. Sekarang ini, meskipun infrastruktur belum sepenuhnya selesai, namun sudah mulai membaik. Karena itu tidak ada alasan untuk tidak segera mengembangkan industri manufaktur.

‎"Karena sebetulnya pada saat dia (infrastruktur) mulai dibangun, kita sudah harus siap-siap untuk mengembangkan industri manufaktur," imbuh dia.

Saat ini, sambung Darmin, pertumbuhan sektor manufaktur tidak lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Untuk mencapai tujuan mengatasi kesenjangan sosial, maka pertumbuhannya harus berbalik di mana sektor manufaktur harus lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi.

‎"Nah, supaya dia lebih tinggi pertumbuhannya, setelah kita membangun infrastruktur kemudian deregulasi. Sebenarnya arahnya itu mau ke situ (membangun industri manufaktur),“ pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Menko Luhut Gandeng...
Menko Luhut Gandeng Uni Emirat Arab Produksi 1 Juta Vaksin Corona
Pemulihan Ekonomi, Utilisasi...
Pemulihan Ekonomi, Utilisasi Industri Manufaktur Meningkat
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
1 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
1 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
2 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
2 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved