Menperin Ajak Apindo Tingkatkan Sinergi Perkuat Industri

Jum'at, 15 April 2016 - 22:02 WIB
Menperin Ajak Apindo...
Menperin Ajak Apindo Tingkatkan Sinergi Perkuat Industri
A A A
KUPANG - Menteri Perindustrian, Saleh Husin mengajak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) terus berkontribusi dalam pengembangan dan peningkatan daya saing industri nasional. Pasalnya, industri merupakan sektor penggerak utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penerimaan devisa negara dan penyerapan tenaga kerja.

“Di tengah pemberlakuan pasar bebas, industri nasional harus mampu bersaing. Pemerintah bersama Apindo perlu membangun sinergitas yang kuat melalui pelaksanaan berbagai program dan kebijakan untuk memudahkan investor berusaha di Indonesia,” paparnya pada Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional Apindo XXVII serta Musyawarah Nasional Khusus di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (14/4/2016).

Menperin menjelaskan, pembangunan industri nasional hingga kini telah mencapai kemajuan yang sangat berarti, dimana industri pengolahan non-migas mampu tumbuh dan berkembang di tengah gejolak perekonomian nasional dan global.

“Di tengah situasi perekonomian nasional yang berat sepanjang tahun 2015, pertumbuhan industri pengolahan non-migas mampu mencapai 5,04 persen. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama sebesar 4,79 persen,” ungkapnya.

Menurut Menperin, sektor industri pengolahan non migas masih menjadi penyumbang kontribusi terbesar pada struktur perekonomian nasional.

Menperin menyampaikan, berdasarkan data World Bank sejak tahun 2012-2016, kemudahan berusaha (ease of doing business) di Indonesia terus mengalami peningkatan. “Hal ini mengindikasikan bahwa, memulai bisnis di Indonesia sudah menjadi lebih mudah karena adanya berbagai kebijakan dan reformasi birokrasi dalam menarik minat penanam modal,” tegasnya.

Kemudahan bisnis itu diantaranya penyederhanaan perizinan, peningkatan kemudahan mendapatkan kredit dan pembayaran pajak. “Sebagai contoh adanya sistem pembayaran pajak on-line di Jakarta dan Surabaya,” ucapnya.

Di samping itu, Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang berdaya saing dengan meluncurkan beberapa paket kebijakan, antara lain melalui Paket Kebijakan II pada tahun 2015 dan Paket Kebijakan X pada tahun 2016. “Paket Kebijakan II yang diluncurkan pada akhir tahun 2015 berfokus pada upaya untuk meningkatkan investasi,” jelasnya.

Beberapa bentuk kebijakan yang diluncurkan oleh pemerintah pada paket kebijakan II, antara lain Kemudahan Layanan Investasi 3 Jam, Pengurusan Tax Allowance dan Tax Holiday Lebih Cepat, Pemerintah Tak Pungut PPN Untuk Alat Transportasi, Insentif fasilitas di Kawasan Pusat Logistik Berikat, Insentif pengurangan pajak bunga deposito; dan Perampingan Izin Sektor Kehutanan.

Sedangkan pada paket Kebijakan Ekonomi X, pemerintah fokus pada peningkatan perlindungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) serta perubahan Daftar Negatif Investasi (DNI). “Paket Kebijakan ini bertujuan untuk mempermudah investasi sekaligus meningkatkan perlindungan bagi usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi,” tuturnya.

Ketua Umum Apindo, Hariyadi B Sukamdani juga mengakui seriusnya pemerintah menggerakkan ekonomi nasional dan memperkuat industri. Ini terlihat dari gencarnya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah dan terobosan-terobosan melalui paket-paket kebijakan.

"Ke depan, sinergi Apindo dengan pemerintah terus dilakukan untuk mempercepat realisasi pertumbuhan ekonomi. Pada rapat kerja kali ini, sinergi dan peningkatan daya saing juga menjadi tema utama rapat kerja kali ini," paparnya.

Target kita bukan hanya pertumbuhan tetapi juga menjadi pemimpin ekonomi di Indonesia. Tantangan ke depan ialah mewujudkan potensi ekonomi Indonesia menghasilkan produk riil," ujarnya.

Dia menambahkan, peran Apindo terus dinanti baik kiprah dan manfaat oleh masyarakat untuk berkontribusi lebih besar. Optimisme, inisiatif berusaha dan sinergi dengan pemerintah diharapkan memacu pengembangan industri di tengah ekonomi global yang masih penuh tantangan.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya turut mengapresiasi penyelenggaraan raker Apindo di Kupang ini. Menurutnya, ini menjadi kesempatan untuk mempromosikan potensi Kupang kepada pelaku usaha secara langsung.

"Provinsi ini merupakan daerah yang memiliki puluhan pulau, potensi agro, sumber daya alam dan pariwisata. Kami siap berdialog dengan investor dan pelaku usaha untuk mengembangkan provinsi ini," tegasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramu Strategi untuk...
Ramu Strategi untuk Kebangkitan Aktivitas Industri, Menperin Gandeng Apindo
Kemenperin Terus Kawal...
Kemenperin Terus Kawal Investasi di Sektor Industri
8 Persoalan Ini Bikin...
8 Persoalan Ini Bikin Pelaku Industri Puyeng Selama Pandemi
Hadapi New Normal, Kemenperin...
Hadapi New Normal, Kemenperin Berbenah Sesuaikan Kebijakan Sektor Industri
Setahun Jokowi-Ma’ruf,...
Setahun Jokowi-Ma’ruf, Hilirisasi Industri Diklaim Semakin Optimal
Sektor Industri Masih...
Sektor Industri Masih Jadi Magnet Investasi, Serap Rp129,6 T di Semester I 2020
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
1 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
1 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
2 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
2 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
2 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
2 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved