Pengusaha: Mantan Pejabat Lebih Banyak Larikan Aset

Selasa, 19 April 2016 - 18:59 WIB
Pengusaha: Mantan Pejabat...
Pengusaha: Mantan Pejabat Lebih Banyak Larikan Aset
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menanggapi banyaknya tudingan kepada pihak pengusaha yang dianggap sebagai pelaku penghindaran pajak sejak terkuaknya skandal Panama Papers. Anggota Kadin, Albertus Banunaek justru menerangkan bahwa yang lebih banyak memarkirkan dana dan aset di luar negeri menurutnya adalah mantan pejabat.

"Kita pengusaha biasanya kalau punya duit untuk ekspansi. Kalau yang punya banyak duit dan mereka taruh di luar negeri, ya itu mantan pejabat. Banyak duit mereka itu di sana," terang dia di Jakarta (19/4/2016).

(Baca Juga: Apindo Resah Terkait Skandal Panama Papers)

Dia menambahkan jika ada asosiasi mantan pejabat di Indonesia, hendaknya DPR memanggil mereka untuk ditanyakan kejelasan aset mereka selama ini menaruhnya dimana dan apa alasannya. "Undang mereka diskusi di sini, biar jelas, dana mereka ditaruh di mana saja," sambungnya.

Dana parkir yang dijelaskan oleh Albertus yakni uang yang diletakkan pada perusahaan di sektor keuangan. Sedangkan yang dilakukan pengusaha, mereka membentuk badan usaha baru di negara luar negeri dengan membentuk SPV (Special Purpose Vehicle) seperti yang sedang marak jadi sorotan setelah skandal Panama Papers mencuat.

Lanjut dia menurutnya lewat kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) akan banyak orang Indonesia membawa uangnya pulang. Namun dengan syarat yang dihapuskan tidak hanya pidana pajak, melainkan pidana umum.

"Kalau banyak pidana selain perpajakan itu iya. Karena yang paling berbahaya itu sebenarnya bukan pidana pajak, tapi pidana seperti pencucian uang dan lainnya. Itu mesti dihapus," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Dikritisi, Pengamat: Blunder ke Penerimaan Negara
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Dunia Usaha Butuh Ketenangan...
Dunia Usaha Butuh Ketenangan dan Kepastian, Kadin Tolak Wacana Penahanan Restitusi Pajak
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
2 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
2 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
2 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
3 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
3 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
3 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved