Kemenkeu Beberkan Dua Dampak Besar Tax Amnesty

Kamis, 28 April 2016 - 15:09 WIB
Kemenkeu Beberkan Dua...
Kemenkeu Beberkan Dua Dampak Besar Tax Amnesty
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meyakini kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang saat ini tengah digodok DPR dapat mendongkrak penerimaan negara. Apalagi, penerapan tax amnesty saat ini dinilai tepat lantaran bersamaan dengan implementasi pertukaran data pajak dan perbankan (Automatic Exchange of Information/AEoI).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Suahasil Nazara menuturkan, kebijakan pengampunan pajak nantinya akan menjadi bagian dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016. Tax amnesty tersebut menjadi terobosan yang dipilih pemerintah untuk mendongkrak penerimaan pajak.

"Pengampunan pajak kita pahami sangat kontroversial. Tapi ini kesempatan kita untuk mendapatkan aset yang selama ini kita yakini dimiliki orang Indonesia untuk berkontribusi lebih besar kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Tax amnesty tersebut, sambung dia, setidaknya memberikan dua dampak besar terhadap Indonesia. Pertama, deklarasi dan repatriasi aset masyarakat Indonesia yang belum dilaporkan dan parkir di luar negeri. "Deklarasi dari aset yang belum dilaporkan, dan sebagian repatriasi dari aset yang tadinya di luar negeri ke dalam negeri," imbuh dia.

Pengampunan pajak sambung dia, memberikan kesempatan kepada mereka untuk mendeklarasikan aset yang belum dilaporkannya tersebut. Selain itu, calon peserta tax amnesty juga mendapat kesempatan membersihkan aset yang belum terlapornya tersebut dengan tarif pajak khusus.

Kedua, dampak terhadap penerimaan. Meskipun tidak diketahui potensi riil yang dapat ditarik dari tax amnesty tersebut, namun pemerintah yakin jumlahnya akan besar mengingat momentum penerapan yang tepat.

"Impact pada penerimaan, membuat kita bisa berdebat berapa besar jumlahnya karena yang namanya unreported assets ya tidak ada datanya. Kalau dia ada datanya berarti reported. Tapi kita punya timing yang cukup bagus, karena 2017-2018 kita masuk era pertukaran informasi semua transaksi finansial. Kita pakai itu," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Dikritisi, Pengamat: Blunder ke Penerimaan Negara
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Tinggal 28 Hari! Ikuti...
Tinggal 28 Hari! Ikuti Pengampunan Pajak atau Kena Denda 200 Persen
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
1 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
4 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
4 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved