Selusin Paket Kebijakan Telah Diluncurkan, Ini Kata Pemerintah

Kamis, 28 April 2016 - 20:36 WIB
Selusin Paket Kebijakan...
Selusin Paket Kebijakan Telah Diluncurkan, Ini Kata Pemerintah
A A A
JAKARTA - Pemerintah sejak tahun lalu gencar mengeluarkan paket kebijakan ekonomi, bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan memperbaiki iklim usaha di Tanah Air. Dan saat ini pemerintah telah mengeluarkan 12 alias selusin paket kebijakan yang dimulai sejak September 2015.

Berbagai instrumen dikeluarkan untuk memperbaiki iklim usaha dan mendongkrak perekonomian, mulai dari revisi Daftar Negatif Investasi (DNI), pemangkasan berbagai perizinan yang menghambat, hingga pendirian Pusat Logistik Berikat (PLB). Lantas, efektifkah selusin paket kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah tersebut?

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengklaim, berbagai paket deregulasi yang dikeluarkan pemerintah tersebut sebagian besar telah berjalan efektif. Misalnya, terkait pembangunan pusat logistik berikat (PLB) yang direspon positif dengan telah dibangunnya 11 PLB di berbagai daerah di Indonesia.

"Efektif dong (paket kebijakan), ada yang efektif misalnya di paket itu soal pusat berikat nasional, sudah ada belasan dan investasi enggak main-main," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/4/2016).

(Baca: Jokowi Umumkan 10 Poin Paket Kebijakan Jilid XII)

Kendati demikian, mantan Gubernur Bank Indonesia ini tak menampik, bahwa saat ini terdapat beberapa poin yang belum efektif dan berdampak luas. Misalnya kemudahan dalam investasi farmasi (obat) di sektor hulu.

“Ada juga yang orang belum datang walau kami permudah. Kami permudah investasi di obat bagian hulunya supaya harga obat lebih murah. Investasinya Rp100-Rp200 miliar,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengklaim, efektifitas dan implementasi paket kebijakan yang diluncurkan pemerintah sudah mencapai 95%. "Sudah 94% atau 95% jalan. Tapi ini bukan soal angka, paket itu diregulasikan dalam bentuk aturan kemudian sosialisasi baru dievaluasi," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Keras! Ekonom Ini Sebut...
Keras! Ekonom Ini Sebut Kebijakan Ekonomi Pemerintah Bak 'Mengisi Ember Bocor
Kaleidoskop: 7 Peristiwa...
Kaleidoskop: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia Tahun 2025
Indonesia Menuju Ekonomi...
Indonesia Menuju Ekonomi Terbesar Dunia
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Menjaga Pertumbuhan...
Menjaga Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi
Kebijakan Dinilai Tepat,...
Kebijakan Dinilai Tepat, Ekonomi RI Optimistis Tumbuh 5,3%
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
5 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
5 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
5 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
7 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved