Wall Street Tenggelam Terseret Keputusan Bank Sentral Jepang

Jum'at, 29 April 2016 - 08:27 WIB
Wall Street Tenggelam...
Wall Street Tenggelam Terseret Keputusan Bank Sentral Jepang
A A A
NEW YORK - Indeks saham Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat berakhir melemah cukup dalam terimbas keputusan Bank Sentral Jepang (Bank Of Japan/BOJ) yang mengejutkan pasar. BOJ memilih untuk tidak mengubah suku bunga negatif 0,1% bagi dana perbankan yang diparkir di bank tersebut.

Selain itu Bank of Japan (BOJ) juga menahan penambahan stimulus ekonomi demi mempelajari dampak kebijakan tersebut lebih dalam ditambah menjaga target ekspansi basis moneter di angka 80 triliun yen (USD715 miliar) yang terutama didapatkan dari obligasi, dan program untuk membeli aset berisiko yang termasuk saham.

Dilansir Reuters, Jumat (29/4/2016) sentimen selanjutnya datang dari pelemahan saham Apple dan pernyataan miliarder Carl Icahn untuk menambahkan tekanan kepada penjualan. Indeks S&P 500 mencetak hari terburuk dalam tiga pekan terakhir, usai kehilangan 19,26 poin atau 0,92% ke level 2.075,89. Sedangkan Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 208,81 poin atau 1,16% ke level 17.832,74.

Pelemahan juga terjadi pada komposit Nasdaq yang turun 57,85 poin atau 1,19% ke level 4.805,29. Tercatat sembilan dari sektor utama S & P 500 berakhir lebih rendah saat sektor teknologi informasi melemah 1,4% dan konsumen naik tipis 0,03%.

"Kondisi ini memperlihatkan bahwa pentingnya kebijakan Bank Sentral kepada pergerakan pasar," ucap Kepala Investasi BMO Private Bank Jack Ablin.

Kejatuhan beberapa saham diyakini terpengaruh keputusan BOJ mempertahankan kebijakannya, lantaran menilai pasar keuangan sudah mulai tenang dalam beberapa minggu terakhir, dengan stabilnya pasar saham dan sempat berhentinya apresiasi yen. Hasilnya Wall Street berakhir tenggelam cukup dalam dipimpin penurunan saham Apple.

Saham Apple pada sesi terakhir perdagangan tercatat turun 3% menjadi USD94.87. Sementara saham Animasi DreamWorks naik 24% di posisi USD39,95, setelah Comcast mengatakanakan membeli perusahaan sebesar USD3,8 miliar. Comcast sendiri ditutup turun 0,2% di level USD61.86.

Indeks dolar Amerika Serikat (USD) telah jatuh sekitar 4,7% sejak awal tahun terhadap beberapa mata uang utama, sementara harga minyak telah melompat 75% dalam tiga bulan. Sekitar 8,1 miliar saham yang berpindah tangan pada perdagangan saham AS, dibandingkan dengan nilai transaksi harian USD6,9 miliar selama 20 sesi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
6 jam yang lalu
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
7 jam yang lalu
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
8 jam yang lalu
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
8 jam yang lalu
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
8 jam yang lalu
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
9 jam yang lalu
Infografis
4.000 Karyawan Bank...
4.000 Karyawan Bank Terbesar Asia Tenggara akan Digantikan AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved