Wall Street Akhir Pekan Berakhir Terpuruk
Sabtu, 30 April 2016 - 08:49 WIB
Wall Street Akhir Pekan Berakhir Terpuruk
A
A
A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street pada penutupan kemarin waktu setempat terpuruk ke posisi terendah lebih dari dua bulan terimbas laporan beberapa perusahaan. Namun Indeks Dow Jones industrial average dan Indeks S&P 500 berhasil menutup April ini dengan kenaikan setelah memperlihatkan penguatan pada pertengahan bulan.
Dilansir Reuters, Sabtu (30/4/2016) laporan keuangan perusahaan sekali lagi memberikan sentimen kepada pasar yang turun 9%. Saham Apple juga tercatat melemah pada sesi kesepuluh dan menutup berkurang sekitar 3% untuk jadi penurunan terbesar sejak Januari 2013. Sedangkan selama April total pelemahan yang terjadi sebesar 14%.
Apple dan Gilead, bersama Corning, Goodyear, dan Xerox merupakan beberapa di antara perusahaan-perusahaan yang melaporkan pendapatan mereka pekan ini untuk kemudian saham mereka turun dua digit setelahnya.
"Setiap kasus akan ditangani dengan mode khusus oleh perusahaan dan pekan ini kita tersandung beberapa emiten yang agak berguling di pasar," terang Kepala Strategi Pasar Wunderlich Securities, Art Hogan di New York.
Tercatat Indeks Dow Jones industrial average jatuh 57,12 poin atau 0,32% ke level 17.773,64 diikuti indeks S & P 500 yang kehilangan 10,51 poin atau 0,51% ke level 2.065,3. Sementara komposit Nasdaq turun 29,93 poin atau 0,62% ke posisi 4.775,36.
Penurunan selama satu pekan ini adalah sebesar 1,3% untuk Dow Jones, sedangkan S & P dan Nasdaq menyusut 2,7%. Hasil ini menjadi penurunan terbesar dalam satu pekan untuk Dow Jones sejak 12 Februari dan menjadi yang terburuk buat S & P serta Nasdaq sejak 5 Februari.
Saham material di indeks S & P 500 turun 0,6% untuk membuat indeks melemah 0,3% selama sepekan. Volume perdagangan AS pada perdagangan kemarin waktu setelah dengan pertukaran di atas 9 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 7,0 miliar selama 20 sesi.
Dilansir Reuters, Sabtu (30/4/2016) laporan keuangan perusahaan sekali lagi memberikan sentimen kepada pasar yang turun 9%. Saham Apple juga tercatat melemah pada sesi kesepuluh dan menutup berkurang sekitar 3% untuk jadi penurunan terbesar sejak Januari 2013. Sedangkan selama April total pelemahan yang terjadi sebesar 14%.
Apple dan Gilead, bersama Corning, Goodyear, dan Xerox merupakan beberapa di antara perusahaan-perusahaan yang melaporkan pendapatan mereka pekan ini untuk kemudian saham mereka turun dua digit setelahnya.
"Setiap kasus akan ditangani dengan mode khusus oleh perusahaan dan pekan ini kita tersandung beberapa emiten yang agak berguling di pasar," terang Kepala Strategi Pasar Wunderlich Securities, Art Hogan di New York.
Tercatat Indeks Dow Jones industrial average jatuh 57,12 poin atau 0,32% ke level 17.773,64 diikuti indeks S & P 500 yang kehilangan 10,51 poin atau 0,51% ke level 2.065,3. Sementara komposit Nasdaq turun 29,93 poin atau 0,62% ke posisi 4.775,36.
Penurunan selama satu pekan ini adalah sebesar 1,3% untuk Dow Jones, sedangkan S & P dan Nasdaq menyusut 2,7%. Hasil ini menjadi penurunan terbesar dalam satu pekan untuk Dow Jones sejak 12 Februari dan menjadi yang terburuk buat S & P serta Nasdaq sejak 5 Februari.
Saham material di indeks S & P 500 turun 0,6% untuk membuat indeks melemah 0,3% selama sepekan. Volume perdagangan AS pada perdagangan kemarin waktu setelah dengan pertukaran di atas 9 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 7,0 miliar selama 20 sesi.
(akr)
Lihat Juga :