Menko Darmin Disebut Ragukan Data Kementan Soal Bawang
Senin, 02 Mei 2016 - 14:21 WIB
Menko Darmin Disebut Ragukan Data Kementan Soal Bawang
A
A
A
JAKARTA - Deputi Bidang Usaha Agro dan Farmasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Wahyu Kuncoro mengungkapkan, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution meragukan data Kementerian Pertanian (Kementan) terkait surplus bawang merah. Sebab, saat ini harga di tingkat konsumen masih tinggi.
Dia mengatakan, data yang ada di Kementan menyebutkan bahwa saat ini Indonesia mengalami surplus bawang merah. Namun, harga bawang merah yang didapat konsumen di pasaran masih tetap tinggi.
(Baca: Kementan Desak BUMN Intervensi Cegah Penimbun Bawang Merah)
"Kalau data dari Mentan (stok bawang merah) cukup katanya, tapi harganya tinggi. Pak Menko (Darmin Nasution) ragu-ragu apakah benar cukup. Kalau cukup kok harganya enggak bisa turun. Nanti dua hari diminta cek," katanya di Gedung Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (2/5/2016).
Karena itu, sambung Wahyu, Darmin meminta agar dalam dua hari dicek kembali terkait ketersediaan bawang merah. Setelah dicek, pemerintah baru akan mengambil langkah untuk menurunkan harga bawang merah. "Nanti diminta dicek (ketersediaan bawang merah). Rabu akan diputuskan setelah disurvei," tandas dia.
Sebelumnya diberitakan, Kementan menduga ada pedagang yang menimbun stok bawang merah yang dihasilkan petani. Pasalnya, temuan di lapangan menunjukkan bahwa hasil produksi petani khususnya untuk bawang merah tidak sampai ke pasar secara keseluruhan.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Spudnik Sujono menuturkan, selama ini jumlah bawang merah yang masuk ke pasar dengan total produksi tidak sesuai. Dia menduga, pedagang sengaja menahan lantaran tahu stok bawang merah cukup banyak.
"Antara produksi dan yang masuk pasar yang jelas tidak sesuai. Itu bahasa saya, kamu jangan balik-balik ya. Namanya pedagang kan boleh ngatur. Barang saya ada, lebih baik ditahan sedikit," katanya hari ini.
Dia menegaskan, produksi bawang merah untuk kebutuhan Mei, Juni, dan Juli 2016 aman, yakni sekitar 100 ribu ton. Bahkan, menurut data Kementerian Koordinator bidang Perekonomian disebutkan bahwa produksi bawang merah sekitar 140 ribu ton.
"Kalau saya selaku Dirjen Hortikultura menyampaikan bahwa produksi untuk Mei, Juni, Juli aman. Bawang merah semua. Jadi aman. Terus terang menurut saya 100 ribu ton. Tapi menurut analisis independen dari Menko (produksi bawang merah) bisa sampai 140 ribuan ton, artinya melampaui itu. Kita kan per bulan rata-rata 90 ribu ton," imbuh dia.
Baca Juga:
Jokowi Sindir Kementan Tak Paham Kebutuhan Petani
Dia mengatakan, data yang ada di Kementan menyebutkan bahwa saat ini Indonesia mengalami surplus bawang merah. Namun, harga bawang merah yang didapat konsumen di pasaran masih tetap tinggi.
(Baca: Kementan Desak BUMN Intervensi Cegah Penimbun Bawang Merah)
"Kalau data dari Mentan (stok bawang merah) cukup katanya, tapi harganya tinggi. Pak Menko (Darmin Nasution) ragu-ragu apakah benar cukup. Kalau cukup kok harganya enggak bisa turun. Nanti dua hari diminta cek," katanya di Gedung Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (2/5/2016).
Karena itu, sambung Wahyu, Darmin meminta agar dalam dua hari dicek kembali terkait ketersediaan bawang merah. Setelah dicek, pemerintah baru akan mengambil langkah untuk menurunkan harga bawang merah. "Nanti diminta dicek (ketersediaan bawang merah). Rabu akan diputuskan setelah disurvei," tandas dia.
Sebelumnya diberitakan, Kementan menduga ada pedagang yang menimbun stok bawang merah yang dihasilkan petani. Pasalnya, temuan di lapangan menunjukkan bahwa hasil produksi petani khususnya untuk bawang merah tidak sampai ke pasar secara keseluruhan.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Spudnik Sujono menuturkan, selama ini jumlah bawang merah yang masuk ke pasar dengan total produksi tidak sesuai. Dia menduga, pedagang sengaja menahan lantaran tahu stok bawang merah cukup banyak.
"Antara produksi dan yang masuk pasar yang jelas tidak sesuai. Itu bahasa saya, kamu jangan balik-balik ya. Namanya pedagang kan boleh ngatur. Barang saya ada, lebih baik ditahan sedikit," katanya hari ini.
Dia menegaskan, produksi bawang merah untuk kebutuhan Mei, Juni, dan Juli 2016 aman, yakni sekitar 100 ribu ton. Bahkan, menurut data Kementerian Koordinator bidang Perekonomian disebutkan bahwa produksi bawang merah sekitar 140 ribu ton.
"Kalau saya selaku Dirjen Hortikultura menyampaikan bahwa produksi untuk Mei, Juni, Juli aman. Bawang merah semua. Jadi aman. Terus terang menurut saya 100 ribu ton. Tapi menurut analisis independen dari Menko (produksi bawang merah) bisa sampai 140 ribuan ton, artinya melampaui itu. Kita kan per bulan rata-rata 90 ribu ton," imbuh dia.
Baca Juga:
Jokowi Sindir Kementan Tak Paham Kebutuhan Petani
(izz)
Lihat Juga :