Tax Amnesty Kerap Dianggap Perangkap Oleh Pengusaha

Selasa, 03 Mei 2016 - 23:03 WIB
Tax Amnesty Kerap Dianggap...
Tax Amnesty Kerap Dianggap Perangkap Oleh Pengusaha
A A A
JAKARTA - Kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty menurut Ketua Asosiasi Pengembang perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia ‎(Apersi) Eddy Ganefo jangan disalahartikan untuk membuat takut pengusaha. Apalagi menurutnya masih banyak pihak yang menilai bahwa kebijakan ini merupakan langkah perangkap pemerintah buat pengusaha.

"Ada yang bilang, tax amnesty ini ada untuk menimbulkan keresahan dan buat menakut-nakuti. Atau ini adalah umpan serta sebuah perangkap, padahal bukan. Ini cuma mau membuat mereka lebih patuh sama pajak," jelasnya di Jakarta, Selasa (3/5/2016).

(Baca Juga: Pengampunan Pajak Berpeluang Pangkas Gap Kaya dan Miskin)

Lanjut dia kebijakan pengampunan pajak ini harus dinilai sebagai kesempatan baik untuk para pengusaha agar berbakti pada perekonomian Indonesia, caranya dengan membawa kembali uang mereka yang ada di Luar Negari. Dia juga tidak memungkiri masih banyaknya para pengusaha yang menaruh uangnya di luar negeri.

Alasannya tidak lain karena pengusaha takut dikenai pajak dalam negeri dengan jumlah besar, akibatnya mereka menaruh uangnya di negara yang pajaknya rendah atau negara tax havens.

"Ini peluang buat pengusaha supaya berbakti kepada ekonomi Indonesia, supaya mereka membawa uangnya ke Indonesia kalau mereka mau ikutan tax amnesty," sambungnya.

Dia menambahkan dalam ketentuan tax amnesty nanti, akan diatur tarif yang diberikan kepada orang yang melaporkan hartanya. Tentu saja, tarif ini dibebankan menurut range periode mereka melapor untuk membuat pengusaha nyaman.

"Ini jadi membuat pengusaha nyaman, bukannya takut. Dan menurut saya orang-orang dari negara lain yang justru menakut-nakuti, karena takut dana-dana mereka lari ke Indonesia semua. Contohnya kayak Singapura," tutup dia
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Dikritisi, Pengamat: Blunder ke Penerimaan Negara
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Tinggal 28 Hari! Ikuti...
Tinggal 28 Hari! Ikuti Pengampunan Pajak atau Kena Denda 200 Persen
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
42 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved