Kemenkop UKM Kucurkan Rp80,5 Miliar untuk Menata Pasar Rakyat

Sabtu, 07 Mei 2016 - 22:08 WIB
Kemenkop UKM Kucurkan Rp80,5 Miliar untuk Menata Pasar Rakyat
Kemenkop UKM Kucurkan Rp80,5 Miliar untuk Menata Pasar Rakyat
A A A
JAKARTA - Pasar bukan sekadar penggerak utama perekonomian rakyat, juga identik dengan ekonomi kerakyatan. Menyikapi hal ini, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan tahun ini telah menyiapkan alokasi dari APBN untuk merevitalisasi pasar rakyat.

Menurut Puspayoga, komitmen Kemenkop ini selaras dengan program Presiden Joko Widodo yang mencanangkan revitalisasi 5.000 pasar rakyat sepanjang lima tahun hingga 2019.

“Kementerian berkomitmen mengalokasikan anggaran Rp80,5 miliar untuk revitalisasi 85 pasar rakyat pada 2016,” kata Puspayoga dalam siaran pers, Sabtu (7/5/2016).

Selain penataan, dalam rangka mewujudkan program ekonomi kerakyatan, Kemenkop juga meminta pedagang bergabung dalam wadah koperasi. Agar lebih memudahkan pedagang memperoleh akses program bantuan pemerintah.

“Pemerintah melakukan berbagai program untuk mendukung ini, seperti KUR, pemberian hak cipta gratis, izin UKM gratis, nomor induk koperasi dan program lainnya,” sambung Puspayoga.

Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenkop, Wayan Dipta mengatakan sebelumnya pada 2015 lalu, Kementerian telah merevitalisasi 65 pasar. Dan selama dua tahun belakangan, 2015-2016 sudah 150 pasar rakyat yang direvitalisasi. Bahkan revitalisasi pasar ini sudah dilakukan Kemenkop UKM sejak 2003 dengan total 567 pasar.

Lanjut Wayan, Kementerian juga telah memperoleh alokasi membangun 50 pasar rakyat dalam pagu indikatif APBN 2017 dengan nilai Rp950 juta per tiap pasar. Namun pagu tersebut akan dibahas lebih lanjut bila alokasi anggaran naik.

Revitalisasi pasar ini, kata dia, bisa dilakukan dengan cara bupati daerah setempat mengajukan usulan revitalisasi pasar di daerahnya. Saat ini, Kemenkop sudah mendapat proposal usulan revitalisasi pasar rakyat dari 30 daerah.
(ven)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1733 seconds (11.252#12.26)