Dongkrak Ekspor, Pemerintah Luncurkan KUR BE

Selasa, 10 Mei 2016 - 03:03 WIB
Dongkrak Ekspor, Pemerintah...
Dongkrak Ekspor, Pemerintah Luncurkan KUR BE
A A A
YOGYAKARTA - Pemerintah tengah menggodok aturan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berorientasi ekspor alias BE. KUR BE yang sudah diluncurkan tersebut, sampai saat ini memang belum diterapkan karena masih menunggu petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaannya dari Kementrian Keuangan selaku instansi yang berwenang.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Muhammad Rudy Salahudin mengungkapkan, saat ini pemerintah sedang menggalakkan program untuk membantu mendongkrak perekonomian Indonesia. Salah satunya mempermudah akses permodalan melalui KUR dari perbankan.

“Kalau KUR biasa itu untuk UKM, nah kita sedang menggodok untuk meningkatkan nilai ekspor yaitu KUR BE,” paparnya, Senin (9/5/2016).

Rudy menjelaskan, peluncuran KUR khusus ekspor tersebut sengaja dilakukan untuk menggenjot nilai ekspor yang saat ini dinilai masih terlalu kecil. Harapannya, dengan KUR ekspor tersebut bisa meningkatkan konstribusi ekspor terhadap perekonomian bangsa. Sehingga ekspor Indonesia dapat bersaing dengan negara lain.

KUR BE diluncurkan untuk perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor yaitu perusahaan yang memproduksi sebuah produk untuk dijual ke luar negeri. Selain itu, KUR BE juga dikeluarkan untuk menunjang perkembangan perusahaan atau usaha mikro usaha lain yang memproduksi barang penunjang ekspor.

Rudy menyebutkan, sebenarnya KUR BE sudah diluncurkan beberapa waktu yang lalu, namun sampai saat ini juklak dan juknis untuk pencairan ataupun aturan mainnya masih belum selesai digodok.

Berbeda dengan KUR biasa yang bisa diakses melalui perbankan ataupun koperasi yang ditunjuk, KUR BE hanya diakses melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). “LPEI dalam hal ini adalah Bank Exim,”ujarnya.

Meski tengah digodok oleh Kementrian Keuangan, tetapi syarat utama untuk mendapatkan KUR tersebut harus dipenuhi. Syarat tersebut adalah perusahaan itu sudah beroperasi atau berjalan minimal 6 bulan sebelum pengajuan. Sebenarnya, lanjutnya, syarat yang dibebankan oleh pemerintah tidak akan susah mengingat program pemerintah yang ingin meningkatkan nilai ekspor dari Indonesia.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, nilai ekspor Yogyakarta memang mengalami kenaikan, tetapi kenaikannya belum begitu besar. Sejak tahun 2013, nilai ekspor Yogyakarta mengalami kenaikan hanya sedikit, bahkan tahun 2015 lalu mengalami perlambatan. Faktor ekonomi global juga berpengaruh terhadap perlambatan ekspor Yogyakarta.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta, Hilman Tisnawan mengungkapkan, nilai ekspor Yogyakarta tahun 2013 mencapai USD294,61 juta. Pada 2014 mengalami kenaikan menjadi USD329,07 juta. Tahun 2015, nilai ekspor Yogyakarta sedikit meningkat menjadi USD333,33 juta.

Sementara dari volume, data BI menyebutkan mengalami penurunan. Tahun 2013, volume ekspor meencapai 666,8 ton, tahun 2014 turun menjadi 515,0 ton dan tahun 2016 turun lagi menjadi 452,1 ton. “Kondisi ekonomi belum stabil, tentu berpengaruh terhadap iklim usaha di wilayah ini,” tuturnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KUR Punya Skema Baru:...
KUR Punya Skema Baru: Ada Tebu Rakyat, Perumahan, hingga Pekerja Migran
Lanjut hingga Akhir...
Lanjut hingga Akhir Tahun, Subsidi Bunga KUR Sudah Disalurkan ke 7,90 Juta Debitur
Realisasi KUR Capai...
Realisasi KUR Capai Rp111,21 Triliun hingga September
Total Outstanding KUR...
Total Outstanding KUR hingga 31 Juli Capai Rp530 Triliun
Plafon hanya Rp70 Triliun,...
Plafon hanya Rp70 Triliun, KUR Pertanian Sudah Terserap Rp44,5 Triliun
Teten Akui Dana KUR...
Teten Akui Dana KUR Rp129 Triliun Belum Terserap UMKM
Berita Terkini
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
27 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
43 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
50 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
54 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
55 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
2 jam yang lalu
Infografis
Pakistan Balas Serangan...
Pakistan Balas Serangan India, Luncurkan Operasi Bunyan Marsoos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved