Korsel Bangun Pabrik Tekstil dan Sepatu Rp1,56 Triliun

Rabu, 11 Mei 2016 - 19:31 WIB
Korsel Bangun Pabrik...
Korsel Bangun Pabrik Tekstil dan Sepatu Rp1,56 Triliun
A A A
JAKARTA - Perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) saat ini dalam proses konstruksi untuk merealisasikan investasinya di sektor tekstil dan sepatu senilai USD120 juta atau sekitar Rp1,56 triliun (Kurs Rp13.000/USD).

Berdasar laporan yang diterima Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), perusahaan menargetkan pada September 2016 dapat melakukan tahap produksi komersial. Hal ini disambut baik oleh Kepala BKPM Franky Sibarani, karena dapat memberi kontribusi dalam hal penyerapan tenaga kerja di lokasi investasinya, Jepara, Jawa Tengah.

"Perusahaan ini akan menyerap lebih dari 20.000 tenaga kerja dengan rencana investasi sebesar USD120 juta. Dengan penciptaan lapangan kerja tersebut dapat mebantu target pemerintah untuk menciptakan 2 juta lapangan kerja tahun ini," ujar dia dalam rilisnya, Rabu (11/5/2016).

Menurutnya, BKPM telah membantu dan memfasilitasi proses investasi ini melalui koordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah, Pemkab Jepara serta PT PLN terkait distribusi pasokan listrik.

"Salah satu konsen utama perusahaan adalah terkait ketersediaan listrik berkelanjutan, tanpa listrik mereka akan sulit mengoptimalkan kapasitas produksi mereka," lanjutnya.

Franky menuturkan bahwa dengan suksesnya investor membuka pabrik di Jateng, nantinya diharapkan akan diikuti perusahaan dari Korsel lainnya yang akan melakukan ekspansi pabrik mereka ke Jateng.

Kepala Perwakilan BKPM di Korsel Imam Soejoedi menyampaikan bahwa banyak perusahaan Korsel dibidang industri padat karya yang menanyakan lokasi prospektif untuk relokasi pabrik mereka.

"Beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan adalah mengenai ketersediaan tenaga kerja, sering tidaknya demo buruh di daerah tersebut, ketersediaan infrastruktur serta UMR dan UMK," paparnya.

Dia menilai, meski beberapa perusahaan Korsel sudah memiliki pabrik di Indonesia namun keputusan perluasan/ekspansi investasi masih diputuskan di kantor pusatnya di Korsel. "Kami sebagai perwakilan BKPM terus berkordinasi dengan KBRI Seoul untuk menjalin komunikasi intensif dengan perusahaan tersebut," terangnya.

Investor Korsel termasuk yang aktif melakukan penanaman modal di Indonesia. Dari data BKPM, untuk periode triwulan pertama 2016, Korsel berada di peringkat keenam dari daftar asal investasi ke Indonesia dengan nilai investasi mencapai USD188 juta terdiri dari 435 proyek dan menyerap 28.349 tenaga kerja.

Investasi yang masuk dari Korsel tahun lalu mencapai USD1,2 miliar tumbuh sebesar 7,6% dari periode sama tahun sebelumnya. Sejak 2010-2015 nilai investasi yang masuk dari Korsel mencapai angka USD8 miliar. Dalam periode tersebut sektor yang masuk didominasi industri logam mencapai 45%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
BKPM Pastikan Realisasi...
BKPM Pastikan Realisasi Investasi Tetap di Kawasan Industri
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Serabutan Sedot Investasi,...
Serabutan Sedot Investasi, Besar atau Kecil Tetap Dilayani
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved