BI Ragu Ekonomi Global Siap Hadapi Kenaikan Suku Bunga AS
Sabtu, 28 Mei 2016 - 14:51 WIB
BI Ragu Ekonomi Global Siap Hadapi Kenaikan Suku Bunga AS
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meragukan kondisi ekonomi global saat ini siap untuk menghadapi kenaikan suku bunga acuan (Fed rate) yang direncanakan The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) awal bulan depan. Direktur Departemen Pengelolaan Moneter BI Pribadi Santoso menerangkan, Fed akan lebih dulu melihat kesiapan pasar global sebelumnya menaikan suku bunga acuan.
"Mereka (pasar) belum siap. Kira-kira bulan April sampai Mei kalau kita melihat pasar belum mau seiring atau belum mau jika dinaikkan padahal otoritasnya sudah mau," jelasnya di Hotel Aryaduta, Karawaci, Tangerang, Sabtu (27/5/2016).
Dia menambahkan biasanya,dari sisi pasar, Fed rate baru akan naik jika kondisi pasarnya mampu seiring atau siap dengan keputusan Janet Yellen sebagai Gubernur Bank Sentral AS. "Kalau dari faktor empiris, fed fund rate itu akan dinaikkan kalau pasarnya sudah seiring. Artinya, kalau pasarnya cenderung setuju, pasti AS tidak akan ragu menaikkan dalam waktu dekat," ucapnya.
Lanjut dia dengan kondisi The Fed yang masih menimbang-nimbang dan melihat kondisi pasar, sebetulnya merupakan hal yang menarik karena mereka ingin memastikan pasar tidak kaget dan siap jika Bank Sentral AS melakukan tindakan.
"Peluang mereka semakin besar atas kenaikan fed rate ini. Mereka sudah melihat kondisi pasar sejak lama dan kesiapannya. Karena mereka berharap jika pihaknya melakukan sesuatu atau menaikkan suku bunga, pasar tidak kaget dan akan lebih siap. Kalau sekarang mereka melihat, pasar tampaknya sudah semakin siap," pungkasnya.
"Mereka (pasar) belum siap. Kira-kira bulan April sampai Mei kalau kita melihat pasar belum mau seiring atau belum mau jika dinaikkan padahal otoritasnya sudah mau," jelasnya di Hotel Aryaduta, Karawaci, Tangerang, Sabtu (27/5/2016).
Dia menambahkan biasanya,dari sisi pasar, Fed rate baru akan naik jika kondisi pasarnya mampu seiring atau siap dengan keputusan Janet Yellen sebagai Gubernur Bank Sentral AS. "Kalau dari faktor empiris, fed fund rate itu akan dinaikkan kalau pasarnya sudah seiring. Artinya, kalau pasarnya cenderung setuju, pasti AS tidak akan ragu menaikkan dalam waktu dekat," ucapnya.
Lanjut dia dengan kondisi The Fed yang masih menimbang-nimbang dan melihat kondisi pasar, sebetulnya merupakan hal yang menarik karena mereka ingin memastikan pasar tidak kaget dan siap jika Bank Sentral AS melakukan tindakan.
"Peluang mereka semakin besar atas kenaikan fed rate ini. Mereka sudah melihat kondisi pasar sejak lama dan kesiapannya. Karena mereka berharap jika pihaknya melakukan sesuatu atau menaikkan suku bunga, pasar tidak kaget dan akan lebih siap. Kalau sekarang mereka melihat, pasar tampaknya sudah semakin siap," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :