USD Keok Lawan Yen, Rupiah Berakhir Perkasa

Kamis, 02 Juni 2016 - 17:02 WIB
USD Keok Lawan Yen,...
USD Keok Lawan Yen, Rupiah Berakhir Perkasa
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup membaik atau berada di zona hijau di tengah melemahnya USD terhadap yen ke posisi terendah dalam dua pekan.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir di level Rp13.645/USD dengan kisaran harian Rp13.645-Rp13.695/USD. Posisi penutupan hari ini menguat 15 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.660/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada hari ini berakhir pada level Rp13.643/USD dengan kisaran Rp13.633-Rp13.705/USD. Posisi itu tercatat menguat jika dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.661/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada di posisi Rp13.647/USD atau menguat dari penutupan sebelumnya di level Rp13.662/USD, atau melemah 10 poin.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah terkapar ke level Rp13.695/USD. Posisi ini tercatat semakin tidak berdaya dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.671/USD.

Dilansir Reuters, Kamis (2/6/2016), USD mencapai level terendah dalam dua pekan terhadap yen. Hal ini terbebani oleh ketidakpastian apakah Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada Juni atau Juli.

Greenback menguat ke level tertinggi dua bulan terhadap beberapa mata uang pada awal pekan ini, setelah Ketua The Fed Janet Yellen berkomentar bahwa kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan ini. Tetapi sejak kehilangan sekitar 1% dengan investor skeptis harga dalam hanya peluang 20% kenaikan pada Juni.

USD turun 50% terhadap yen ke level 108,99, setelah sebelumnya menyentuh level 108,825, terendah selama dua pekan. Angka tersebut sekitar 2,5% lebih lemah dari posisi tinggi satu bulan di level 111,455.

Euro naik 0,3% menjadi USD1,1221, tertinggi dalam sembilan hari, terangkat oleh ekspektasi pasar bahwa ECB akan menaikkan pertumbuhan dan prakiraan inflasi, langkah positif bahkan menekankan risiko negatif yang terus-menerus dan kesiapan untuk memberikan rangsangan lebih.

"Tanggapan langsung di euro/USD akan tergantung pada dampak dari pertemuan ECB. Melemahnya potensi risiko bisa memicu beberapa posisi short mengkuadratkan dan membantu euro," tulis Credit Agricole dalam sebuah catatan penelitian.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
35 menit yang lalu
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
44 menit yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
1 jam yang lalu
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
1 jam yang lalu
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
2 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved