Uni Eropa Cabut Larangan Terbang Tiga Maskapai Indonesia

Jum'at, 17 Juni 2016 - 15:48 WIB
Uni Eropa Cabut Larangan...
Uni Eropa Cabut Larangan Terbang Tiga Maskapai Indonesia
A A A
JAKARTA - Komisi Eropa hari ini merilis pembaharuan Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EU Air Safety List). Dalam daftar tersebut, tiga maskapai Indonesia yakni Batik Air, Citilink, dan Lion Air yang sebelumnya masuk dalam daftar hitam penerbangan Eropa akhirnya dihapus. Indonesia menyambut baik keputusan Uni Eropa (UE) terkait pencabutan larangan terbang tiga maskapai Indonesia.

"Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan industri penerbangan tercepat di dunia dan keputusan UE tersebut menunjukkan kepercayaan kepada otoritas dan maskapai penerbangan Indonesia," ucap Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) lewat keterangan tertulis kepada Sindonews di Jakarta, Jumat (17/6/2016).

Dihapusnya tiga maskapai penerbangan Indonesia dari daftar hitam, merupakan hasil keputusan bersama oleh pakar penerbangan 28 negara Uni Eropa. Dalam daftar terbaru EU Air Safety List masih terdapat 216 maskapai penerbangan masuk dalam daftar hitam yang tidak boleh melakukan penerbangan di langit Eropa karena tidak memenuhi standar keselamatan.

Kemenlu menerangkan larangan terbang Uni Eropa bagi maskapai penerbangan Indonesia pertama kali diberlakukan pada tahun 2007. Selanjutnya, Uni Eropa secara bertahap mencabut larangan terbang bagi beberapa maskapai penerbangan Indonesia pada tahun 2009 dan 2011 yaitu Garuda Indonesia, Airfast Indonesia, Indonesia Air Asia, dan Ekspres Transportasi Antarbenua.

"Keputusan untuk mencabut larangan terbang ini merupakan refleksi dari pencapaian diplomasi dan upaya-upaya Indonesia di bidang teknis untuk meningkatkan dan memperkuat keselamatan penerbangan Indonesia," lanjutnya.

Dalam konteks kerja sama ini, UE telah mengirim tim teknisnya untuk melaksanakan on-site evaluation di Indonesia pada bulan April 2016. Sebagai tindak lanjut, otoritas Indonesia bersama dengan perwakilan dari ketiga maskapai penerbangan telah diundang pada pertemuan Air Safety Committee di Brussel pada akhir Mei-awal Juni 2016 untuk mempresentasikan kemajuan dari penanganan keselamatan penerbangan Indonesia.

"Keputusan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak, seperti, perluasan akses pasar bagi maskapai penerbangan Indonesia dan memberikan lebih banyak pilihan penerbangan bagi konsumen Eropa," tutupnya.

Sementara Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend menerangkan penilaian ini didasarkan tiga aspek. Pertama, saat kunjungan perwakilan Uni Eropa ke maskapai. Kedua, berdasarkan informasi yang diterima dari regulator dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Terakhir, berdasarkan informasi yang diambil dari maskapai itu sendiri.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Soal Maskapai Masih...
Soal Maskapai Masih bawa WNA, Ini Penjelasan Kemenhub
Mulai Pekan Ini, Lion...
Mulai Pekan Ini, Lion dan Citilink Kembali Layani Penerbangan
Banyak Pelanggaran,...
Banyak Pelanggaran, Aturan Tarif Maskapai Perlu Dievaluasi
3 Maskapai di Bawah...
3 Maskapai di Bawah Lion Air Group, Ini Daftarnya
3 Maskapai Milik Lion,...
3 Maskapai Milik Lion, Nomor 1 Rajanya Pelosok Tanah Air
Lion Air Investigasi...
Lion Air Investigasi Video Viral Paket yang Dilempar dari Pesawat
Berita Terkini
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
8 menit yang lalu
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
53 menit yang lalu
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
1 jam yang lalu
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
1 jam yang lalu
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
2 jam yang lalu
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
2 jam yang lalu
Infografis
Antisipasi Perang Besar,...
Antisipasi Perang Besar, Uni Eropa Siapkan Rp13.730 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved