IHSG Akhir Pekan Ditutup Menguat Iringi Kebangkitan Bursa Asia
Jum'at, 17 Juni 2016 - 16:38 WIB
IHSG Akhir Pekan Ditutup Menguat Iringi Kebangkitan Bursa Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ditutup di zona hijau alias naik 20,75 poin atau 0,43% ke level 4.835,14 di tengah kebangkitan mayoritas bursa Asia. Setelah sempat mampir ke zona merah pada sesi siang, bursa saham Tanah Air akhirnya mampu menjaga tren positif.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG bertambah 14,44 poin atau 0,30% ke level 4.828,83 dan pada sesi I melemah 1,86 poin atau 0,04% ke level 4.812,53. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup turun 0,43 poin atau 0,01% ke level 4.814,39.
Dilansir Reuters, Jumat (17/6/2016) bursa saham Asia tercatat mengalami kebangkitan setelah terpuruk dalam satu pekan, terimbas wacana Inggris yang ingin keluar dari Uni Eropa. Saham Eropa juga memperlihatkan pemulihan saat indeks Inggris FTSE dibuka bertambah 0,8% dan indeks saham Jerman DAX menguat 1,1%.
Sementara itu referendum untuk memutuskan apakah Inggris akan keluar atau tidak dari Uni Eropa yang dijadwalkan pekan depan, ditunda setelah insiden penembakan anggota parlemen yakni Jo Cox yang mengalami luka fatal. Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang tercatat naik 0,6%, tapi tetap dalam tren penurunan selama satu pekan hampir 2,7%.
Adapun indeks Nikkei Jepang mengalami penguatan 165,52 poin atau 1,07% ke level 15.599,66 mengiringi penguatan mayoritas bursa utama Asia. Selanjutnya indeks Hang Seng tercatat bertambah 131,56 poin atau 0,66% ke posisi 20.169,98, diikuti penguatan indeks Shanghai sebesar 12,29 poin atau 0,43% ke level 2.885,10.
Straits Times juga mencetak hasil positif dengan kenaikan 7,28 poin atau 0,26% ke level 2.758,84. Di seberang selat Korea indeks Kospi berada di zona hijau dengan tambahan 1,41 poin menuju level 1.953,40, begitu juga dengan indeks Australia yang menguat ke level 5.248,30.
Sektor saham dalam negeri hari ini sebagian besar berada di zona hijau. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah properti yang meroket 2,21%. Sementara, sektor dengan pelemahan terdalam menimpa sektor pertambangan yang turun 0,62%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,03 triliun dengan 5,55 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp68,6 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,4 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,56 triliun. Tercatat 181 saham menguat, 123 saham melemah dan 97 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT First Media Tbk. (KBLV) naik Rp180 menjadi Rp1.350, PT XL Axiata Tbk (EXCL) bertambah Rp100 menjadi Rp3.800 dan PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. (TMAS) menguat Rp65 menjadi Rp1.460.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) turun Rp900 menjadi Rp38.500, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) menyusut Rp350 menjadi Rp6.250 serta PT Tempo Scan Pacific Tbk. (TSPC) melemah Rp95 menjadi Rp1.790.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG bertambah 14,44 poin atau 0,30% ke level 4.828,83 dan pada sesi I melemah 1,86 poin atau 0,04% ke level 4.812,53. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup turun 0,43 poin atau 0,01% ke level 4.814,39.
Dilansir Reuters, Jumat (17/6/2016) bursa saham Asia tercatat mengalami kebangkitan setelah terpuruk dalam satu pekan, terimbas wacana Inggris yang ingin keluar dari Uni Eropa. Saham Eropa juga memperlihatkan pemulihan saat indeks Inggris FTSE dibuka bertambah 0,8% dan indeks saham Jerman DAX menguat 1,1%.
Sementara itu referendum untuk memutuskan apakah Inggris akan keluar atau tidak dari Uni Eropa yang dijadwalkan pekan depan, ditunda setelah insiden penembakan anggota parlemen yakni Jo Cox yang mengalami luka fatal. Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang tercatat naik 0,6%, tapi tetap dalam tren penurunan selama satu pekan hampir 2,7%.
Adapun indeks Nikkei Jepang mengalami penguatan 165,52 poin atau 1,07% ke level 15.599,66 mengiringi penguatan mayoritas bursa utama Asia. Selanjutnya indeks Hang Seng tercatat bertambah 131,56 poin atau 0,66% ke posisi 20.169,98, diikuti penguatan indeks Shanghai sebesar 12,29 poin atau 0,43% ke level 2.885,10.
Straits Times juga mencetak hasil positif dengan kenaikan 7,28 poin atau 0,26% ke level 2.758,84. Di seberang selat Korea indeks Kospi berada di zona hijau dengan tambahan 1,41 poin menuju level 1.953,40, begitu juga dengan indeks Australia yang menguat ke level 5.248,30.
Sektor saham dalam negeri hari ini sebagian besar berada di zona hijau. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah properti yang meroket 2,21%. Sementara, sektor dengan pelemahan terdalam menimpa sektor pertambangan yang turun 0,62%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,03 triliun dengan 5,55 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp68,6 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,4 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,56 triliun. Tercatat 181 saham menguat, 123 saham melemah dan 97 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT First Media Tbk. (KBLV) naik Rp180 menjadi Rp1.350, PT XL Axiata Tbk (EXCL) bertambah Rp100 menjadi Rp3.800 dan PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. (TMAS) menguat Rp65 menjadi Rp1.460.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) turun Rp900 menjadi Rp38.500, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) menyusut Rp350 menjadi Rp6.250 serta PT Tempo Scan Pacific Tbk. (TSPC) melemah Rp95 menjadi Rp1.790.
(akr)
Lihat Juga :