IHSG dan Bursa Asia Kompak Dibuka Berjaya di Zona Hijau
Senin, 20 Juni 2016 - 09:40 WIB
IHSG dan Bursa Asia Kompak Dibuka Berjaya di Zona Hijau
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menguat melanjutkan tren positif akhir pekan kemarin. Pasar saham Tanah Air hari ini dibuka menguat 11,39 poin atau 0,24% ke level 4.846,54 di tengah menguatnya bursa saham Asia.
Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup bertambah naik 20,75 poin atau 0,43% ke level 4.835,14 di tengah kebangkitan mayoritas bursa Asia.
Dilansir Reuters, Senin (20/6/2016) bursa saham Asia pada awal pekan ini tercatat menguat setelah mendapatkan dorongan seiringnya meningkatnya ekpektasi bahwa Inggris akan tetap bertahan di Uni Eropa dalam referendum, 23 Juni mendatang. Kondisi ini juga menjadi sentimen positif dan mengangkat pounds terhadap beberapa mata uang utama lain.
Sementara indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang tercatat naik tipis 0,4%. Di sisi lain indeks NikkeI Jepang melonjak 1,5% dibantu penguatan yen, sedangkan saham Australia bertambah 0,3% dan indeks Kospi Korea Selatan juga menguat 1,23% atau 23,93 poin ke level 1.977,33.
Penguatan juga terjadi pada mayoritas bursa utama Asia seperti indeks Hang Seng yang bertambah 184,99 atau 0,92% ke level 20,354.97 diikuti bursa saham Straits Times dengan kenaikan 24,39 poin atau 0,88% ke level 2.787,81. Di sisi lain indek Shanghai juga meraih hasil positif lewat kenaikan 0,03% ke level 2.885,89.
Melemahnya kekhawatiran terkait rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa alias Brexit, menjadi momentum kebangkitan pasar saham. Jejak pendapat diyakini menunjukkan keanggotaan referendum memilih Inggris untuk tetap bertahan, meski belum ada gambaran secara keseluruhan.
Seperti diketahui Brexit menjadi fokus para pelaku pasar saham dalam beberapa pekan terakhir, dan kini sedikit mereda saat refendum diberhentikan selama tiga hari terimbas penembakan salah satu anggota parlem Inggris yakni Jo Cox. "Sangat sulit untuk melihat pasar lebih tenang, terutama saat kampenye Brexit akan berlanjut lagi," jelas Ahli Strategi ANZ.
Mayoritas sektor saham dalam negeri bergerak variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor pertambangan yang naik 1,00%. Di sisi lain sektor yang melemah terdalam adalah sektor keuangan dengan penurunan 0,34%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp403 miliar dengan 527 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp22,7 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp111,1 miliar dan aksi beli sebesar Rp88,3 miliar. Tercatat 115 saham menguat, 53 saham melemah dan 74 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) naik Rp340 menjadi Rp2.700, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menguat Rp250 menjadi Rp19.500 dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) bertambah Rp200 menjadi Rp63.550.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menyusut Rp125 menjadi Rp12.775, PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) melemah Rp60 menjadi Rp3.420 dan PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) berkurang Rp50 menjadi Rp6.200.
Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup bertambah naik 20,75 poin atau 0,43% ke level 4.835,14 di tengah kebangkitan mayoritas bursa Asia.
Dilansir Reuters, Senin (20/6/2016) bursa saham Asia pada awal pekan ini tercatat menguat setelah mendapatkan dorongan seiringnya meningkatnya ekpektasi bahwa Inggris akan tetap bertahan di Uni Eropa dalam referendum, 23 Juni mendatang. Kondisi ini juga menjadi sentimen positif dan mengangkat pounds terhadap beberapa mata uang utama lain.
Sementara indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang tercatat naik tipis 0,4%. Di sisi lain indeks NikkeI Jepang melonjak 1,5% dibantu penguatan yen, sedangkan saham Australia bertambah 0,3% dan indeks Kospi Korea Selatan juga menguat 1,23% atau 23,93 poin ke level 1.977,33.
Penguatan juga terjadi pada mayoritas bursa utama Asia seperti indeks Hang Seng yang bertambah 184,99 atau 0,92% ke level 20,354.97 diikuti bursa saham Straits Times dengan kenaikan 24,39 poin atau 0,88% ke level 2.787,81. Di sisi lain indek Shanghai juga meraih hasil positif lewat kenaikan 0,03% ke level 2.885,89.
Melemahnya kekhawatiran terkait rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa alias Brexit, menjadi momentum kebangkitan pasar saham. Jejak pendapat diyakini menunjukkan keanggotaan referendum memilih Inggris untuk tetap bertahan, meski belum ada gambaran secara keseluruhan.
Seperti diketahui Brexit menjadi fokus para pelaku pasar saham dalam beberapa pekan terakhir, dan kini sedikit mereda saat refendum diberhentikan selama tiga hari terimbas penembakan salah satu anggota parlem Inggris yakni Jo Cox. "Sangat sulit untuk melihat pasar lebih tenang, terutama saat kampenye Brexit akan berlanjut lagi," jelas Ahli Strategi ANZ.
Mayoritas sektor saham dalam negeri bergerak variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor pertambangan yang naik 1,00%. Di sisi lain sektor yang melemah terdalam adalah sektor keuangan dengan penurunan 0,34%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp403 miliar dengan 527 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp22,7 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp111,1 miliar dan aksi beli sebesar Rp88,3 miliar. Tercatat 115 saham menguat, 53 saham melemah dan 74 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) naik Rp340 menjadi Rp2.700, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menguat Rp250 menjadi Rp19.500 dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) bertambah Rp200 menjadi Rp63.550.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menyusut Rp125 menjadi Rp12.775, PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) melemah Rp60 menjadi Rp3.420 dan PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) berkurang Rp50 menjadi Rp6.200.
(akr)
Lihat Juga :