Ekonomi Belum Stabil, Suntikan PMN untuk PLN Dipertanyakan

Senin, 20 Juni 2016 - 18:58 WIB
Ekonomi Belum Stabil,...
Ekonomi Belum Stabil, Suntikan PMN untuk PLN Dipertanyakan
A A A
JAKARTA - Komisi VI DPR RI mempertanyakan alasan pemerintah menyuntikkan penyertaan modal negara (PMN) untuk PT PLN (Persero) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2016. Pasalnya, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia belum sepenuhnya stabil.

Anggota Komisi VI DPR, Iskandar Syaichu mengatakan, PMN yang disetujui parlemen dalam pagu induk APBN 2016 berbeda dengan PMN yang diajukan oleh pemerintah dalam RAPBNP 2016 kali ini. Selain kondisi ekonomi Indonesia yang sulit, pemerintah juga saat ini tengah melakukan penghematan besar-besaran.

"‎PMN waktu kami setujui beberapa bulan lalu dengan sekarang kan beda. Beda kondisi ekonomi. Apa pembenaran pemberian PMN pada APBNP 2016 di tengah kondisi ekonomi yang sulit, apalagi saat ini tengah dilakukan penghematan di hampir seluruh K/L," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (20/6/2016).

Senada dengan Iskandar, anggota Komisi VI DPR lainnya, Sartono Hutomo mengatakan saat DPR mengesahkan pengajuan PMN yang lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih diasumsikan sekitar 5,6%. Sementara saat ini, pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh di kisaran 5%.

"‎PMN di 2015 sudah dibahas mendalam waktu itu, dan kami memberikan persetujuan dalam PMN itu. Karena untuk kemandirian energi, infrastruktur, pangan dan sebagainya. Tapi kan asumsi kita waktu itu pertumbuhan ekonomi 5,6%. Sekarang ini meleset semua, karena pengaruh global juga," imbuh dia.

Menurutnya, pemerintah sedianya perlu mempertimbangkan besaran penyertaan modal untuk PLN sebesar Rp13 triliun. ‎Dirinya tidak menginginkan karena PMN yang diajukan terlampau besar menyebabkan keuangan negara menjadi jebol.

"‎Dengan PMN ini bagaimana kondisi keuangan kita? Apa tidak ingin mengoreksi besaran PMN ini? Karena pasti di luar nanti tanya kenapa DPR dikit-dikit setuju. Kami mengingatkan tentang PMN ini, kami setuju percepatan, tapi kita harus empati juga dalam situasi sekarang ini. Dimana Pak Menkeu juga paham betul," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Setujui Tambahan...
Jokowi Setujui Tambahan Penyertaan Modal Pertamina Rp2,1 Triliun
PLN Minta Dana PMN Rp10...
PLN Minta Dana PMN Rp10 Triliun Buat Apa? Ini Rinciannya
Genjot Infrastruktur,...
Genjot Infrastruktur, PLN Ajukan Dana PMN Rp10 Triliun
Ini Dia Strategi Pengurai...
Ini Dia Strategi Pengurai Sengkarut di Jiwasraya
Kucurkan PNM Rp7,5 Triliun...
Kucurkan PNM Rp7,5 Triliun ke PLN, Erick Thohir: Itu untuk Penugasan
Kemenkeu Ingin Tambah...
Kemenkeu Ingin Tambah PMN untuk PLN Rp10 Triliun, Begini Respons DPR
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
1 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
1 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
2 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
3 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
3 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved