BKPM: Sektor Perfilman Alternatif Investasi yang Prospektif

Rabu, 20 Juli 2016 - 14:27 WIB
BKPM: Sektor Perfilman...
BKPM: Sektor Perfilman Alternatif Investasi yang Prospektif
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal menilai prospek investasi di sektor perfilman masih sangat cerah. Kepala BKPM, Franky Sibarani mengatakan sektor perfilman dapat menjadi salah satu alternatif investasi yang prospektif.

Salah satu hal yang menjadi fokus awal dalam investasi sektor perfilman adalah menambah jumlah bioskop di Indonesia. Pasalnya, jumlah layar film di negeri ini masih sangat minim, begitu pula dengan film-film terbaik yang diputar.

Dengan bertambahnya jumlah bioskop di Indonesia, selain memperbanyak film terbaik juga memberi ruang dan peluang bagi film Indonesia semakin besar.

”Saat ini, tidak lebih dari 1.100-an jumlah bioskop yang ada di Indonesia. Sementara potensi sektor film yang ada sangat berkembang, baik dari sisi bioskop, distribusi, hingga produksi film,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Rabu (20/7/2016)

Menurut Franky, dalam tahap awal, BKPM akan mendorong investor sektor perfilman untuk memperbanyak jumlah layar film yang ada. Selanjutnya adalah untuk investasi dalam produksi film itu sendiri dengan memproduksi atau hanya mengambil lokasi syuting di Indonesia.

”Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan film Indonesia harus mendapat porsi dari bioskop-bioskop di Indonesia. Dengan ketersediaan layar bioskop di Indonesia, maka akan lebih banyak film-film Indonesia diputar di bioskop dengan melibatkan investor dari luar untuk meningkatkan kualitas dan bukan tidak mungkin film Indonesia dapat diekspor,” lanjutnya.

Investasi di dalam penambahan layar bioskop, menurut Franky dapat mendorong terciptanya jumlah produksi film. Dia menilai dengan ketersediaan dari sisi bioskop maka dari sisi suplai yakni film-film Indonesia akan semakin meningkat.

”Dengan kebutuhan akan produksi film yang meningkat, maka talenta-talenta untuk memproduksi film juga akan semakin dibutuhkan. Hal ini diharapkan akan meningkatkan kualitas sektor perfilman Indonesia,” papar Franky.

Hal ini selaras dengan pertumbuhan kelas menengah perkotaan serta meningkatnya skala kota-kota di Indonesia, yang membutuhkan ketersediaan layar lebar atau bioskop. Jadi sektor perfilman merupakan salah satu sektor yang prospektif.

BKPM menyatakan pihaknya telah menerima minat investasi bidang perfilman dari Korea Selatan, Taiwan, Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat.

”Kami akan terus melakukan koordinasi dengan kementerian teknis maupun Badan Ekonomi Kreatif untuk mengawal minat investasi yang telah disampaikan kepada BKPM,” jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Serabutan Sedot Investasi,...
Serabutan Sedot Investasi, Besar atau Kecil Tetap Dilayani
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
1 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
1 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
2 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
2 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
2 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved