Konsumsi BBM Subsidi Hanya 6,6 Juta KL di Semester 1/2016
Jum'at, 22 Juli 2016 - 11:23 WIB
Konsumsi BBM Subsidi Hanya 6,6 Juta KL di Semester 1/2016
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada semester 1/2016 hanya mencapai 6,6 juta kiloliter (KL). Realisasi konsumsi ini belum mencapai setengah dari target konsumsi BBM bersubsidi tahun ini yang sebesar 16,19 juta KL.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I GN Wiratmaja Puja mengatakan, realisasi penggunaan BBM bersubsidi ini menunjukkan bahwa pemerintah telah berhasil melakukan kontrol terhadap penggunaan BBM bersubsidi. Dengan begitu, pemerintah pun bisa melakukan efisiensi yang lebih besar dari hal tersebut.
"Realisasi BBM subsidi 6,6 juta KL dari pagu 16,19 juta KL. Jadi kita bisa mengontrol penggunaan BBM subsidi sehingga bisa efisien," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/7/2016).
Sementara itu, realisasi penggunaan BBM non subsidi pada semester 1/2016 mencapai 26,25 juta KL. Penyaluran BBM ini dilakukan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), agen premium dan minyak solar (APMS) dan solar pack Dealer Nelayan (SPDN). Saat ini ada 5.830 SPBU, 649 APMS dan 296 SPDN.
Sedangkan konsumsi LPG bersubsidi sambung Wirat, hingga pertengahan tahun mencapai 2,885 juta metrik ton dari target konsumsi sebesar 6,25 juta metrik ton. Sementara untuk LPG non subsidi, realisasinya pada semester 1/2016 mencapai 0,385 juta metrik ton.
"Konversi minyak tanah ke LPG kita jalakan terus, ada 1,75 juta paket konversi untuk masyarakat," tandas dia.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I GN Wiratmaja Puja mengatakan, realisasi penggunaan BBM bersubsidi ini menunjukkan bahwa pemerintah telah berhasil melakukan kontrol terhadap penggunaan BBM bersubsidi. Dengan begitu, pemerintah pun bisa melakukan efisiensi yang lebih besar dari hal tersebut.
"Realisasi BBM subsidi 6,6 juta KL dari pagu 16,19 juta KL. Jadi kita bisa mengontrol penggunaan BBM subsidi sehingga bisa efisien," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/7/2016).
Sementara itu, realisasi penggunaan BBM non subsidi pada semester 1/2016 mencapai 26,25 juta KL. Penyaluran BBM ini dilakukan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), agen premium dan minyak solar (APMS) dan solar pack Dealer Nelayan (SPDN). Saat ini ada 5.830 SPBU, 649 APMS dan 296 SPDN.
Sedangkan konsumsi LPG bersubsidi sambung Wirat, hingga pertengahan tahun mencapai 2,885 juta metrik ton dari target konsumsi sebesar 6,25 juta metrik ton. Sementara untuk LPG non subsidi, realisasinya pada semester 1/2016 mencapai 0,385 juta metrik ton.
"Konversi minyak tanah ke LPG kita jalakan terus, ada 1,75 juta paket konversi untuk masyarakat," tandas dia.
(akr)
Lihat Juga :