Tax Amnesty Tidak Membuat Pemerintah Berburu ke Hutan

Sabtu, 23 Juli 2016 - 17:25 WIB
Tax Amnesty Tidak Membuat...
Tax Amnesty Tidak Membuat Pemerintah Berburu ke Hutan
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakun mengatakan Undang-undang Tax Amnesty dapat merubah target pemerintah, dari yang tadinya menaikkan pajak orang-orang dalam negeri. Dengan begitu, dia melanjutkan, pemerintah tidak perlu memburu ke hutan untuk bersusah payah mencari mangsa pajak.

Selama ini, sebelum ada tax amnesty, pemerintah selalu memaksakan mencari subjek dan objek pajak baru yang menurut mereka potensial. Padahal, hal tersebut justru tidak akan membuat nyaman wajib pajak di Indonesia.

"Pemerintah tak perlu bersusah payah dalam berburu wajib pajak baru di dalam negeri yang justru akan membuat tidak nyaman masyarakat. Ini seperti berburu ke hutan kan. Apa saja dicari sebagai target," kata Misbakhun di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (23/7/2016).

Undang-undang Tax Amnesty, kata dia, juga merupakan jembatan pemerintah untuk mengejar uang Warga Negara Indonesia (WNI) yang disimpan di luar negeri dengan cara memberikan kesempatan WNI melaporkan dan membawa uangnya kembali ke dalam negeri dengan pajak yang rendah.

"Kita ini kan sekarang ibaratnya sedang melakukan repatriasi, undang-undang ini dapat meperbaiki struktur ekonomi, khususnya fiskal," kata Misbakun. (Baca: Pengusaha Menanti Kepastian Hukum Investasi dalam Tax Amnesty)

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Anton Junus Supit di tempat yang sama, dia mengharapkan, dengan diterapkannya pengampunan pajak ini, tentunya turut bisa memperbaiki perekonomian Indonesia dan dapat meningkatkan minat investasi, karena itu pengusaha mendukung terobosan pemerintah tersebut.

"Karena dengan iklim investasi yang baik, yang kita harapkan repatriasi ini adalah dana mereka betul-betul kembali, pada dasarnya kita butuh investasi yang besar untuk membuka lapangan kerja," tutup Anton.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dilema Tax Amnesty Jilid...
Dilema Tax Amnesty Jilid III di Mata Pengusaha, Bikin Polemik Tapi Dibutuhkan
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Sistem Coretax Dikeluhkan...
Sistem Coretax Dikeluhkan Pengusaha: Usul Masa Transisi hingga 2026
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengusaha Minta Pemerintah...
Pengusaha Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Kenaikan PPN Lari ke Politik
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
1 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
2 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
2 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
2 jam yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
3 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved