BI: Pemangkasan Anggaran Tak Ada Hubungan Tax Amnesty

Kamis, 04 Agustus 2016 - 21:45 WIB
BI: Pemangkasan Anggaran...
BI: Pemangkasan Anggaran Tak Ada Hubungan Tax Amnesty
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan, pemangkasan anggaran yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan total Rp133,8 triliun tidak ada hubungannya dengan kekhawatiran soal tax amnesty yang tidak bisa mencapai target. Menurutnya, ada kondisi fiskal yang memang menjadi sorotan penting pemerintah.

"Tidak, ini tidak ada hubungannya dengan kekhawatiran pemerintah soal tax amnesty. Saya lihat itu mesti kita pisahkan. Pertama fiskal. Di APBN Indonesia kita mesti lihat bagaimana postur peneriman dan belanja negara," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/8/2016).

(Baca: Sri Mulyani Kirim Sinyal Babat Anggaran Perjalanan Dinas K/L)

Agus melihat untuk belanja negara itu sudah jelas pemerintah sudah punya proses untuk nanti keluarkan anggaran termasuk untuk transfer ke daerah. Namun untuk penerimaan, kelihatannya ada kajian pemerintah penerimaan negara ini tidak cukup.

"Maka sebaiknya itu bisa diambil langkah konservatif. Kami lihat dari apa yang diumumkan kemarin, akan ada penerimaan di bawah yang direncanakan, jadi penerimaan negaranya tidak akan mencapai jumlah itu. Kalau dana tidak cukup, tidak cukup biaya belanja maka anggaran dipotong Rp133,8 triliun. Itu yang kami baca," katanya.

Sementara untuk tax amnesty, kata dia, BI melihat ada hal yang menjadi perhatian di sini, yakni ada penambahan penerimaan negara dengan membayar tebusan dan repatriasi dana. Repatriasi dana tersebut akan masuk ke perekonomian tapi tidak masuk ke kas negara.

"Jadi kami paham bahwa pemerintah ingin berhati-hati menghadapi itu. Karena repatriasi dana langsung masuk ke perekonomian, tidak disimpan menjadi kas negara yang bisa disalurkan untuk anggaran prioritas," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harapan Baru dan Tantangan...
Harapan Baru dan Tantangan Bagi Deputi Gubernur BI Baru, Doni P Joewono
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Terbukti Cepat, Mudah,...
Terbukti Cepat, Mudah, Mudah, dan Andal, Masyarakat Didorong Pakai BI-Fast
Thomas Djiwandono Pilih...
Thomas Djiwandono Pilih Bungkam dan Tebar Senyum usai Pelantikan Deputi Gubernur BI
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
1 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
2 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
6 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
14 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
15 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
15 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved