Perekonomian Masih Dapat Tumbuh Walau Anggaran K/L Dipangkas

Selasa, 09 Agustus 2016 - 11:42 WIB
Perekonomian Masih Dapat...
Perekonomian Masih Dapat Tumbuh Walau Anggaran K/L Dipangkas
A A A
JAKARTA - Mengutip data Badan Pusat Statistik, Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengungkapkan ekonomi Indonesia masih dapat tumbuh kembali pada akhir tahun ini meski anggaran kementerian dan lembaga (K/L) dipotong Rp133,8 triliun. Kondisi perekonomian Indonesia hingga kuartal II tahun 2016 berhasil mencapai 5,18%.

Menurut Arif, bidang-bidang yang dapat menyokong pertumbuhan ekonomi ke depan salah satunya berasal dari sektor konstruksi. Alasannya, pembangunan infrastruktur akan terus berlangsung sampai akhir tahun 2016.

“Jadi peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat masih ada,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (9/8/2016)

Selain infrastruktur, bidang yang tak luput dari kajian KEIN adalah sektor kemaritiman dan perikanan. (Baca: KEIN: Pemangkasan Anggaran Tak Ganggu Program Pembangunan)

"Industri perikanan sedang dalam proses pembahasan kebijakan saat ini. Kami menganggap perikanan sebagai bagian kemaritiman Indonesia dapat bergerak cepat untuk mendukung perekonomian nasional," kata Arif.

Menurut Arif, KEIN coba mendorong para investor mengarahkan investasinya ke bidang usaha yang memiliki daya saing tinggi dan permanen. Dia mengatakan, untuk saat ini sektor kemaritiman yang salah satu bagiannya adalah perikanan memenuhi syarat tersebut.

"Selama ini fokus investasi diarahkan ke industri infrastruktur. Padahal yang diketahui, sumbangan dari industri infrastruktur ke pendapatan ekonomi nasional hanya 18%-19%," ujar Arif.

Menurutnya, investasi di sektor infrastruktur sifatnya hanya sesaat dan tidak kokoh. Perlu usulan kepada Presiden agar mengambil kebijakan mengarahkan investasi nantinya ke bidang manufaktur, seperti perikanan.

Arif mengungkapkan, melalui investasi di bidang manufaktur itu dapat menyumbang sekitar 35%-40% untuk perekonomian negara. Dia mengatakan, kebijakan investasi yang kuat harus diarahkan sesuai dengan potensi Indonesia di sumber daya alam dan manusianya.

Bidang lainnya berasal dari pertanian. Menurutnya, data dari Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) yang menyatakan tidak ada kemarau pada tahun berikutnya, bisa dimanfaatkan untuk menggenjot pertumbuhan palawija agar kondisi ekonomi Indonesia di kuartal III dan IV tetap stabil, bahkan menanjak.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anggaran Penanganan...
Anggaran Penanganan Covid-19 Sebagian Besar untuk Sektor Perlindungan Masyarakat
Kelembagaan dan Kebijakan...
Kelembagaan dan Kebijakan Ekonomi
Korminas Dukung Kemenparekraf...
Korminas Dukung Kemenparekraf Kuatkan Branding Wisata Bugar
Simalakama Efisiensi...
Simalakama Efisiensi Anggaran Kementerian, Awas Menggerus Ekonomi Nasional
Genjot Industri Halal,...
Genjot Industri Halal, Sri Mulyani Beberkan 7 Hasil Rapat Pleno KNEKS
Fintech Lending Syariah...
Fintech Lending Syariah Dorong Pengembangan Industri Halal
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
7 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
7 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
7 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
8 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
8 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
8 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved