Langkah Sri Mulyani Pangkas Anggaran Buka Lebar Peran Swasta
Rabu, 10 Agustus 2016 - 12:56 WIB
Langkah Sri Mulyani Pangkas Anggaran Buka Lebar Peran Swasta
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memangkas anggaran dapat membuka lebar peran swasta. Terutama dalam mengambil proyek infrastruktur.
(Baca: Sri Mulyani: Pemerintah Tak Punya Duit Bangun Infrastruktur)
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, pasar modal siap menjadi tempat bagi pihak swasta memperoleh pembiayaan untuk membangun infrastruktur. Seperti dengan menerbitkan obligasi dan Medium Term Notes (MTN).
"Bukan (bikin swasta lebih besar) tapi buka kesempatan peran dari swasta, dibutuhkan ke pasar modal, masuk bangun infrastruktur. Terbitkan obligasi masuk lewat pasar modal, kalau butuh dana terbitkan obligasi, MTN, mekanismenya ada di pasar modal," ujarnya di Jakarta, Rabu (10/8/2016).
Selain itu, kata dia, pengembangan infrastruktur oleh swasta juga bisa dari instrumen pasar modal lainnya yakni Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). Dana tersebut bisa dimasukkan ke dalam proyek yang ada.
"Saya rasa, kalau kita lihat pengembangan infrastruktur di instrumen pasar modal bisa lari ke pengembangan infrastruktur, salah satunya RDPT. Kalau ada kebutuhan biaya infrastruktur pemerintah belum tercover bisa kita dorong, RDPT dikelola manajer investasi, dana yang dikumpulkan masukan ke dalam program proyek pengembangan infrastruktur," kata Nuhaida.
Instrumen investasi lainnya, lanjut dia, bisa lewat Dana Investasi Real Estat. Dana yang terkumpul di manajer investasi diarahkan ke properti potensial. "Dorong banyak MI masuk DIRE juga. Kita dorong dananya terkumpul beli ke properti yang menjanjikan," pungkasnya.
(Baca: Sri Mulyani: Pemerintah Tak Punya Duit Bangun Infrastruktur)
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, pasar modal siap menjadi tempat bagi pihak swasta memperoleh pembiayaan untuk membangun infrastruktur. Seperti dengan menerbitkan obligasi dan Medium Term Notes (MTN).
"Bukan (bikin swasta lebih besar) tapi buka kesempatan peran dari swasta, dibutuhkan ke pasar modal, masuk bangun infrastruktur. Terbitkan obligasi masuk lewat pasar modal, kalau butuh dana terbitkan obligasi, MTN, mekanismenya ada di pasar modal," ujarnya di Jakarta, Rabu (10/8/2016).
Selain itu, kata dia, pengembangan infrastruktur oleh swasta juga bisa dari instrumen pasar modal lainnya yakni Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). Dana tersebut bisa dimasukkan ke dalam proyek yang ada.
"Saya rasa, kalau kita lihat pengembangan infrastruktur di instrumen pasar modal bisa lari ke pengembangan infrastruktur, salah satunya RDPT. Kalau ada kebutuhan biaya infrastruktur pemerintah belum tercover bisa kita dorong, RDPT dikelola manajer investasi, dana yang dikumpulkan masukan ke dalam program proyek pengembangan infrastruktur," kata Nuhaida.
Instrumen investasi lainnya, lanjut dia, bisa lewat Dana Investasi Real Estat. Dana yang terkumpul di manajer investasi diarahkan ke properti potensial. "Dorong banyak MI masuk DIRE juga. Kita dorong dananya terkumpul beli ke properti yang menjanjikan," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :