Sri Mulyani Akui Tax Amnesty Tugas Terberat
Rabu, 10 Agustus 2016 - 13:58 WIB
Sri Mulyani Akui Tax Amnesty Tugas Terberat
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui tugas terberatnya adalah menyukseskan kebijakan tax amnesty Presiden Joko Widodo (Jokowi). Apalagi, dana yang terhimpun hingga saat ini masih minim.
(Baca: Sri Mulyani: Pemerintah Tak Punya Duit Bangun Infrastruktur)
Dia menjelaskan, jumlah wajib pajak (WP) yang berpartisipasi dalam tax amnesty juga belum banyak. Masih sekitar 1.300 orang dari hasil sosialisasi ke berbagai daerah.
"Tugas saya yang paling berat dari WhatsApp, SMS, email yang datang ke sosialisasi bersama Pak Presiden. Baru 1.300 orang yang ikut, yang datang sosialisasi 10.000 orang tiap kota," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/8/2016).
Kendati demikian, kata dia, banyak pihak yang mencoba membantunya dalam menyukseskan tax amnesty. Namun, tetap saja hasil penerimaan jauh dari harapan.
(Baca:Langkah Sri Mulyani Pangkas Anggaran Buka Lebar Peran Swasta)
"Tax amnesty saya suka sekali, banyak yang mau membantu, saya anggap suatu keinginan yang tulus semua pihak membantu. Sosialisasi kita undang 5.000 yang datang 10.000 tapi masuk ke penerimaan saya tiap hari naiknya setengah triliun saja," ujarnya.
Menkeu menjelaskan, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait tax amnesty sudah keluar semua. Sehingga, diharapkan bank, manajer investasi, dan perusahaan efek dapat menjadi kepanjangan pemerintah untuk menjalankan kebijakan itu.
"Kemarin sudah dikeluarkan PMK, tunjuk bank, manajer investasi, dan perantara pedagang efek jadi gateway, jadi gerbang tapi lebih dari gerbang. Walaupun enggak punya nomor induk kepegawaian, Anda jadi kepanjangan kami (pemerintah)," pungkasnya.
(Baca: Sri Mulyani: Pemerintah Tak Punya Duit Bangun Infrastruktur)
Dia menjelaskan, jumlah wajib pajak (WP) yang berpartisipasi dalam tax amnesty juga belum banyak. Masih sekitar 1.300 orang dari hasil sosialisasi ke berbagai daerah.
"Tugas saya yang paling berat dari WhatsApp, SMS, email yang datang ke sosialisasi bersama Pak Presiden. Baru 1.300 orang yang ikut, yang datang sosialisasi 10.000 orang tiap kota," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/8/2016).
Kendati demikian, kata dia, banyak pihak yang mencoba membantunya dalam menyukseskan tax amnesty. Namun, tetap saja hasil penerimaan jauh dari harapan.
(Baca:Langkah Sri Mulyani Pangkas Anggaran Buka Lebar Peran Swasta)
"Tax amnesty saya suka sekali, banyak yang mau membantu, saya anggap suatu keinginan yang tulus semua pihak membantu. Sosialisasi kita undang 5.000 yang datang 10.000 tapi masuk ke penerimaan saya tiap hari naiknya setengah triliun saja," ujarnya.
Menkeu menjelaskan, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait tax amnesty sudah keluar semua. Sehingga, diharapkan bank, manajer investasi, dan perusahaan efek dapat menjadi kepanjangan pemerintah untuk menjalankan kebijakan itu.
"Kemarin sudah dikeluarkan PMK, tunjuk bank, manajer investasi, dan perantara pedagang efek jadi gateway, jadi gerbang tapi lebih dari gerbang. Walaupun enggak punya nomor induk kepegawaian, Anda jadi kepanjangan kami (pemerintah)," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :