Sri Mulyani: Privatisasi 4 BUMN Tak Pengaruhi Porsi Pemerintah

Rabu, 24 Agustus 2016 - 18:02 WIB
Sri Mulyani: Privatisasi...
Sri Mulyani: Privatisasi 4 BUMN Tak Pengaruhi Porsi Pemerintah
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan penerbitan saham baru atau rights issue sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak akan mengubah kepemilikan pemerintah dari PT Jasa Marga Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Krakatau Steel Tbk dan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PP).

(Baca Juga: Sri Mulyani Pastikan Penghematan Anggaran Tak Sentuh PMN)

Dia menambahkan alasannya karena penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016 sebesar Rp9 triliun bakal dilakukan lewat rights issue.

"Penambahan PMN keempat BUMN itu akan dilakukan melalui right issue melalui program privatisasi. Dengan demikian, kepemilikan pemerintah dari 4 BUMN tidak akan berubah," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Diketahui, pemerintah dan DPR telah menyetujui rights issue empat BUMN tersebut.‎ Aksi korporasi itu merupakan bagian dari program privatisasi dan penguatan modal keempat BUMN itu. Mantan Direktur Bank Dunia itu menerangkan dari right issue tersebut, pemerintah memberikan PMN dari APBN Perubahan 2016 sebesar Rp9 triliun, dan partisipasi publik sebesar Rp5,3 triliun.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, PT Jasa Marga Tbk‎ bakal diberikan suntikan dana sebesar Rp1,25 triliun dan PT Wijaya Karya Tbk‎ sebesar Rp4 triliun untuk pembangunan infrastruktur. Sedangkan ‎PT Krakatau Steel Tbk sebesar Rp1,5 triliun untuk pembangunan pabrik baja dan pembangkit listrik, dan PT PP sebesar Rp2,25 triliun untuk pembangunan infrastruktur dan Rusunami.

"Pemerintah memberikan dukungan kepada BUMN agar dapat berperan lebih besar dalam menunjang program-program prioritas pemerintah," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Gelontorkan Dana...
Menkeu Gelontorkan Dana Rp52,57 Triliun untuk 12 BUMN
Utang Pemerintah ke...
Utang Pemerintah ke BUMN Rp113,48 Triliun Akan Dibayar Paling Lambat Agustus
Pemberian Dana Talangan...
Pemberian Dana Talangan ke 12 BUMN Sempat Alot
Kemenkeu Suntik Dana...
Kemenkeu Suntik Dana untuk Garuda dan BUMN Rugi Terdampak Corona
Suntik 12 BUMN Rp104,38...
Suntik 12 BUMN Rp104,38 Triliun, Sri Mulyani Minta BPKP hingga KPK Awasi
Pemerintah Guyur Rp149,3...
Pemerintah Guyur Rp149,3 T untuk Pulihkan BUMN Terdampak Corona
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
18 menit yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
48 menit yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
2 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
3 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
3 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved