Sri Mulyani: Holdingisasi Harus Perhatikan Pemegang Saham Minoritas

Rabu, 24 Agustus 2016 - 19:32 WIB
Sri Mulyani: Holdingisasi...
Sri Mulyani: Holdingisasi Harus Perhatikan Pemegang Saham Minoritas
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memandang proses holdingisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diperlukan dalam sebuah negara. Namun perempuan asal Bandar Lampung ini menegaskan proses holdingisasi haruslah mengutamakan kepentingan pemegang saham minoritas.

"Dalam melakukan holdingisasi, good corporate governance harus diperhatikan dan terutama adalah pemegang saham minoritas, publik. Mereka punya rights (hak) yang sudah ikut dari awal dan haruslah dihormati," kata Sri Mulyani saat pembahasan holdingisasi mewakili Menteri BUMN di Komisi VI DPR, Rabu (24/8/2016).

Ia menjelaskan, proses holdingisasi haruslah memperhatikan aspek-aspek penting dan tidak terburu-buru. Terutama, sambung Sri Mulyani, proses politik juga harus dipertimbangkan dengan matang.

"Kita harus cermati terlebih dahulu. Proses politiknya, proses finansialnya atau balance sheet perusahaan dan terutama corporate culturenya. Jangan sampai sosio-ekonomi dalam sebuah BUMN terganggu nantinya," katanya.

Dia mengharapkan, dengan holdingisasi maka BUMN akan lebih efisien. Perusahaan yang senada haruslah bersinergi agar hulu dan hilir bisa sejalan. (Baca: Komisi VI DPR Sambut Sri Mulyani Gantikan Menteri BUMN)

Untuk diketahui, dalam rencana pemerintah untuk holding migas maka Perusahaan Gas Negara akan diakuisisi Pertamina sebagai anak usaha. Padahal PGN sudah terlebih dahulu dimiliki publik yang merupakan minoritas.

Analis pasar modal dari Woori Korindo, Reza Priyambada menegaskan pemegang saham publik memang haruslah diutamakan. Menurutnya, publik mengetahui PGN secara gamblang dimiliki negara, bukan Pertamina.

"Sehingga publik harus mengerti. Harus ada RUPSLB terlebih dahulu jika ada pengalihan saham mayoritas," kata Reza.

Dijelaskan Reza, kinerja saham berkode emiten PGAS itu terus drop akibat kesimpangsiuran dari pengalihan saham mayoritas tersebut. Menurutnya publik tidak mendapatkan info jelas akan dibawa ke mana PGN ke depan.

"Perusahaan terbuka (Tbk) haruslah mengutamakan pemegang saham publik. Ini yang terpenting," tutup Reza.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Gelontorkan Dana...
Menkeu Gelontorkan Dana Rp52,57 Triliun untuk 12 BUMN
Utang Pemerintah ke...
Utang Pemerintah ke BUMN Rp113,48 Triliun Akan Dibayar Paling Lambat Agustus
Pemberian Dana Talangan...
Pemberian Dana Talangan ke 12 BUMN Sempat Alot
Kemenkeu Suntik Dana...
Kemenkeu Suntik Dana untuk Garuda dan BUMN Rugi Terdampak Corona
Suntik 12 BUMN Rp104,38...
Suntik 12 BUMN Rp104,38 Triliun, Sri Mulyani Minta BPKP hingga KPK Awasi
Pemerintah Guyur Rp149,3...
Pemerintah Guyur Rp149,3 T untuk Pulihkan BUMN Terdampak Corona
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
3 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
3 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
3 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
4 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
4 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved