Jepang Keluarkan USD51 Miliar untuk Anggaran Pertahanan

Rabu, 31 Agustus 2016 - 17:41 WIB
Jepang Keluarkan USD51...
Jepang Keluarkan USD51 Miliar untuk Anggaran Pertahanan
A A A
TOKYO - Memanasnya suhu di perairan Laut China Selatan, membuat negara-negara kawasan pasifik pasang kuda-kuda. Merunut kepada istilah Si Vis Pacem Para Bellum, jika ingin berdamai maka bersiaplah perang, Kementerian Pertahanan Jepang mengeluarkan anggaran 5,17 triliun yen atau setara USD51 miliar, merupakan rekor tertinggi anggaran pertahanan Jepang.

Belanja militer Jepang akan naik 2,3% untuk tahun fiskal 2017. Anggaran sebesar itu untuk meningkatkan kemampuan pertahanan rudal Jepang di tengah ancaman Korea Utara yang meningkat serta melindungi Pulau Senkaku yang diklaim China di Laut China Timur. China menyebutnya sebagai Pulau Diaoyu.

Melansir dari Associated Press, Rabu (31/8/2016), jika disetujui oleh parlemen, permintaan anggaran yang diajukan pada Rabu ini akan menjadi peningkatan tahunan kelima di bawah Perdana Menteri Shinzo Abe, yang mengakhiri satu dekade pemotongan anggaran pertahanan.

Semenjak jadi PM pada 2012, Abe telah mengubah pertahahan Jepang dari pasukan beladiri menjadi militer sejati seperti sebelumnya. Di bawah Abe, parlemen memberlakukan undang-undang keamanan tahun lalu untuk meningkatkan peran militer negara itu, dan merevisi pedoman pertahanan bilateral dengan AS, yang memungkinkan kerja sama yang lebih luas antara kedua sekutu.

Peningkatan anggaran yang sampai rekor ini bukan tanpa alasan. Jepang sangat prihatin dengan pengembangan nuklir dan rudal baru Korea Utara, yang meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea dan menimbulkan ancaman terhadap keamanan regional dan global.

Adapun permintaan anggaran USD51 miliar meliputi:
- ¥105,6 miliar (USD1 miliar) untuk meng-upgrade selusin PAC-3 sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara Jepang untuk meningkatkan jangkauan dan akurasi untuk penyebaran pada tahun 2020.
- ¥14.7 miliar (USD140 juta) untuk mengakuisisi generasi pencegat rudal yang dikembangkan bersama oleh Jepang dan AS, dan untuk meningkatkan kemampuan dari kapal yang akan membawa mereka.
- ¥76 miliar (USD735 juta) untuk mengembangkan kapal selam baru dengan kemampuan pengawasan canggih dalam menghadapi pertumbuhan aktivitas China di Laut China Timur.
- ¥74.6 miliar (USD720 juta) untuk unit penjaga di pulau selatan Miyakojima dan Amami Oshima.

Kementerian Pertahanan Jepang juga sedang mengembangkan rudal jangka panjang ship-to-air missile dan pembelian jet tempur F-35. Juga persiapan unit amfibi yang ditempatkan di Nagasaki dan di Kyushu, pulau selatan di Jepang.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Dampak Inflasi Global...
Dampak Inflasi Global Merembes ke Ekonomi Jepang, Investor Cemas
Resesi, Jepang Tak Lagi...
Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Terjun ke Jurang Resesi,...
Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Resesi Seks Bikin Jepang...
Resesi Seks Bikin Jepang Lengser dari Peringkat Ketiga Ekonomi Terbesar Dunia
Berita Terkini
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
2 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
3 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
4 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
6 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
7 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
9 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved