Industri Peternakan Harus Tingkatkan Daya Saing

Minggu, 04 September 2016 - 23:05 WIB
Industri Peternakan...
Industri Peternakan Harus Tingkatkan Daya Saing
A A A
JAKARTA - Industri peternakan dalam negeri harus meningkatkan daya saing lantaran pasar bebas tidak bisa dihindari. Tanpa daya saing yang kuat, industri peternakan nasional tidak akan kompetitif.

“Tanpa daya saing, kita tidak akan menang. Pemerintah terus mendorong itu,” ujar Plh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Riwantoro dalam Sarasehan Nasional yang digelar Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Minggu (4/9/2015).

Sarasehan bertema Situasi Peternakan Terkini, Masalah dan Solusi, tersebut, menghadirkan narasumber, antara lain Plh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Riwantoro, Dekan Fapet Unsoed Prof Ahmad Sodiq, praktisi peternakan Tri Nugrahwanto dan Sudaryatno, pelaku bisnis Shita Annisa Doman, serta pakar peternakan Prof Mulyoto Pangestu Phd. Acara dipandu oleh wartawan senior peternakan, Bambang Suharno. Lebih dari 400 alumni Fapet Unsoed menghadiri acara ini.

Riwantoro mengatakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan konsumsi protein hewani melalui penyediaan daging, telur, dan susu yang terjangkau bagi masyarakat. Saat ini, konsumsi protein hewani masih rendah dan terus berkembang.

Dia menyebutkan, daging, telur, dan susu merupakan komiditas sangat strategis. “Karena bukan sekadar berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan, namun juga sumber pencerdas bangsa yang tidak tergantikan,” katanya.

Kendati demikian, menurut Riwantoro, pemerintah menyadari bahwa untuk memproduksi protein tersebut merupakan tantangan yang harus dipenuhi. “Oleh karena itu harus dipahami ada kebijakan agar harga sapi Rp80.000. Pemerintah tidak mengharuskan semua daging sapi sekilo Rp80.000, yang penting masyarakat harus bisa menikmati, menjangkau sumber protein yang tinggi. Jadi yang punya uang lebih, silakan beli yang mahal,” ujarnya.

Pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) Teguh Sudaryatno mengatakan, omzet perunggasan cukup spektakuler sekitar Rp455 triliun per tahun. namun, dari total omzet tersebut, peternak rakyat tinggal 15%. Hal ini terjadi karena peternak mandiri semakin sedikit, berbanding terbalik dengan populasi ayam yang terus meningkat.

“Ini efek dari UU Nomor 18 tahun 2009 di mana dalam UU tersebut salah satu pasalnya, setiap orang dan atau badan usaha boleh melakukan budidaya. Setelah UU itu diusahakan, maka semua perusahaan boleh melakukan budidaya sendiri,” katanya.

Teguh melanjutkan, untuk mengatasi ini pemerintah harus membuat segmentasi pasar. “Jadi antara peternak ukm atau mandiri, tradisional dengan peternak integrasi dari hulu ke hilir harus dibedakan pasarnya,” ujarnya.

Sementara itu, praktisi sapi potong Tri Nugrahwanto mengatakan, populasi sapi lokal tidak sanggup memenuhi kebutuhan domestik sejak awal tahun 90-an. Sementara budidaya tradisional tidak mampu mengejar pertumbuhan konsumsi akibat peningkatan populasi penduduk dan pertumbuhan ekonomi.

“Memang kebutuhan pasar tradisional terhadap sapi semakin sulit mendapatkan sapi dari daerah sehingga diisi oleh luar,” ujarnya.

Tri berharap ada reformasi dari kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mendorong berkembangnya peternak lokal. “Perlindungan terhadap peternak lokal bisa dilakukan. Jangan hanya mengejar harga yang murah karena dengan harga Rp110.000 itu untungnya sudah pas-pasan,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow BEEF Membangun Pusat...
Wow BEEF Membangun Pusat Peternakan Terintegrasi di Subang Kapasitas 28.000 Ton
Jelang Purna Tugas,...
Jelang Purna Tugas, Puluhan Polisi Kembangkan Minat Berternak
Bulukumba Optimalkan...
Bulukumba Optimalkan Potensi Sektor Peternakan Lewat Kampung Sapi
Telur Tetas Asal Klaten...
Telur Tetas Asal Klaten Terbang ke Vietnam, Sektor Perunggasan Tumbuh Positif
Warga Pagenggang Lebak...
Warga Pagenggang Lebak Apresiasi Peternakan Sistem Close House
Tidak Punya Izin, Peternakan...
Tidak Punya Izin, Peternakan Babi di Klaten Ditutup Sat Pol PP
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
32 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
56 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved