Luhut Beri Inpex Batas Waktu Percepat Pengembangan Blok Masela

Senin, 05 September 2016 - 18:25 WIB
Luhut Beri Inpex Batas...
Luhut Beri Inpex Batas Waktu Percepat Pengembangan Blok Masela
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta Inpex Corporation selaku operator untuk mempercepat rencana pengembangan Blok Masela, Maluku. Mulai dari Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) hingga revisi Plan of Development (PoD) Blok Masela diminta untuk dipercepat.

(Baca Juga: Pemerintah Kembali Kaji Penurunan Investasi di Blok Masela)

Dia menyebutkan, kajian Amdal sebelumnya dikatakan akan memakan waktu hingga tiga tahun. Namun, mantan Menko bidang Politik Hukum dan Keamanan ini meminta agar kajian Amdal dapat dipercepat hingga 1,5 tahun.

"Tadi kita bicara, kita ingin prosesnya semua dipercepat. Misalnya dari kacamata kita di amdal tiga tahun, suruh bikin 1,5 tahun, bisa enggak tuh dia," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (5/9/2016).

Sementara terkait revisi PoD dari offshore menjadi onshore, Luhut meminta agar dapat diselesaikan draf-nya dalam delapan bulan ke depan. Selain itu, Inpex juga diminta untuk mengajukan draf proposal keuntungan yang diinginkannya.

(Baca Juga: Luhut Tegaskan Blok Masela Masuk Proyek Percepatan Migas)

Sebab, dalam pertemuan tersebut muncul keinginan dari Inpex bahwa mereka menginginkan agar internal rate of return (IRR) nya bisa di bawah 15%. Karena jika tidak, maka pengembangan Blok Masela tidak akan menarik untuk investor.

"Kita mau project IRR mereka tetap 15, jangan kurang karena enggak menarik. Itu pasti ada hitung hitungnya, teknis akan dibicarakan dengan ahlinya. Saya kan melihat aspek bisnis dengan rIsikonya begitu," imbuh dia.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini menambahkan, Inpex juga telah sepakat untuk menggunakan komponen dalam negeri (local content) dalam proyek Lapangan Abadi tersebut. "Seberapapun besar apa yang bisa dipake inpex dari dalam negeri itu pake. Pokoknya. sebanyak mungkin apa yang bisa diproduksi," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Tinggal Tapi Engga Bayar,...
Tinggal Tapi Engga Bayar, Luhut Pelototi Kapal-kapal Asing yang Masuk ke Labuan Bajo
Luhut Paparkan Kondisi...
Luhut Paparkan Kondisi Ekonomi dan Iklim Investasi RI di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
50 menit yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
1 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
1 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
2 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
3 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
3 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Kembali...
Donald Trump Kembali Memperpanjang Batas Waktu Penjualan TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved