Pungutan PNBP Harus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Masyarakat

Senin, 05 September 2016 - 18:10 WIB
Pungutan PNBP Harus...
Pungutan PNBP Harus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Masyarakat
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dipungut Kementerian dan Lembaga (K/L) harus berkorelasi dengan pelayanan di masyarakat. Mengingat selama ini pemungutan PNBP dibebankan ke masyarakat maka kualitas pelayanan di masyarakat harus semakin baik.

Suahasil yang juga Koordinator Panja Pemerintah, mencontohkan pada pembayaran pembuatan SIM, administrasi izin pembuatan tanah, pembayaran visa untuk negara yang belum dibebas visakan, dan masih banyak lagi.

"PNBP ini harus dikaitkan dengan pelayanan yang diberikan negara. Kalau kita tarik PNBP, berarti ada pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Ini harus kita evaluasi, makin baik atau enggak," terangnya di ruang rapat Badan Anggaran, Jakarta, Senin (5/9/2016).

Tarif PNBP dibuat dan dirumuskan oleh kementerian-kementerian pengusul: Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, dan Kementerian Sekretaris Negara. Mereka menentukan tarif regulasinya yang harus dikenakan ke masyarakat. Dan tarifnya pun harus jelas.

Atas dasar tersebut, Suahasil menegaskan selain kualitas pelayanan soal tarif juga harus dievaluasi. "Ketika dibuat PNBP, kan ada tarifnya. Jadi evaluasi supaya tarifnya benar-benar mencerminkan, tarifnya optimal dan bisa memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat," kata dia.

Tarif ini kemudian akan dipantau oleh badan-badan yang berwenang, agar transparansinya tetap terjaga, seperti KPK, BPK, BPKP. Termasuk oleh kementeriannya sendiri juga melakukan pengawasan.

Dengan pengawasan agar transparansinya tetap terjaga, ia berharap PNBP dapat sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan di masyarakat.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Headwind Ekonomi Global...
Headwind Ekonomi Global 2024 Masih Akan Besar, Jaga Fiskal Tetap Sehat Jadi PR
Lima Strategi BKF Pulihkan...
Lima Strategi BKF Pulihkan Ekonomi Indonesia
Pemerintah Percaya Indonesia...
Pemerintah Percaya Indonesia Masih Punya Peluang Hindari Resesi
Belanja Perpajakan RI...
Belanja Perpajakan RI Tembus Rp323,5 Triliun di 2022, Berikut Rinciannya
Catat, Diskon Angsuran...
Catat, Diskon Angsuran Pajak Penghasilan Bakal Dinaikkan
Tahun Ini, Penerimaan...
Tahun Ini, Penerimaan Pajak Diproyeksi Minus 9,2%
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
5 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
5 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
6 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
6 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
7 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
7 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Salat Tarawih...
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved