Mendag Ungkap Penyebab Biaya Produksi di RI Tinggi

Sabtu, 24 September 2016 - 05:12 WIB
Mendag Ungkap Penyebab...
Mendag Ungkap Penyebab Biaya Produksi di RI Tinggi
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan, penyebab harga produksi barang di Indonesia tinggi salah satunya karena masalah dwelling time (waktu tunggu bongkar muat petikemas). Sehingga membuat waktu pendistribusian barang menjadi lama yang berakibat kekurangan stok.

(Baca Juga: Masalah Logistik, Barang RI Ditimbun di Singapura dan Malaysia)

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan, biaya produksi yang tinggi ini membuat pengusaha lebih memilih melakukan produksi di luar negeri. Kemudian dikembalikan lagi ke Indonesia.

"Dalam keseharian, saya sering melihat, membandingkan harga produksi di luar lebih murah dari di dalam negeri. Apabila kita urai komponennya mana saja yang jadi beban termasuk lama waktu dwelling time dan biaya inefisiensi bagian dari perizinan kita," ujarnya di Cikarang, Jawa Barat.

Selain itu, dia menyampaikan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan berbagai perizinan yang rumit dibongkar. Bahkan dihilangkan jika itu dirasa tidak perlu.

"Dalam berbagai kesempatan internal, Bapak Presiden tekankan selalu evaluasi peraturan akan dibongkar. Disederhanakan, dihilangkan yang enggak perlu, proses dipercepat supaya biaya ke konsumen berkurang," lanjut dia.

Kemudian, dia menambahkan proses perizinan tidak boleh lagi menyentuh pejabat bersangkutan. Jika itu terjadi dikhawatirkan akan ada proses tawar-menawar di luar ketentuan.

"Berikutnya seluruh proses perizinan tidak bersentuhan dengan para pejabat, kalau bersentuhan suka menawarkan sesuatu. Ini yang kita kurangi, proses perizinan kita online," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Indonesia dan Iran Sepakat...
Indonesia dan Iran Sepakat Perkuat Perdagangan
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia 2020 Diprediksi Surplus, Tembus USD20 M
Berita Terkini
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
7 menit yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
13 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
25 menit yang lalu
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
31 menit yang lalu
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
46 menit yang lalu
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Biaya Kuliah Kedokteran...
Biaya Kuliah Kedokteran di UI, UGM, Unpad, dan Unair di SNBT 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved