Elektronika Harus Terapkan Industri 4.0 untuk Pacu Inovasi

Senin, 26 September 2016 - 19:55 WIB
Elektronika Harus Terapkan...
Elektronika Harus Terapkan Industri 4.0 untuk Pacu Inovasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian meminta industri elektronika nasional menggunakan teknologi terkini dalam proses produksi sebagai upaya memacu inovasi dan nilai tambah produk. Langkah ini sekaligus menyiapkan industri dalam negeri menghadapi industri 4.0, yang memfokuskan pada kolaborasi proses manufaktur dengan dunia digital.

“Saat ini pelaku industri di seluruh dunia sedang bertransformasi menyambut Revolusi Industri yang keempat atau dikenal dengan istilah industri 4.0. Yang menekankan pada platform Internet of Things untuk mencari langkah-langkah efisiensi dan optimalisasi proses produksi agar mencapai output yang maksimal,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam siaran pers di Jakarta, Senin (26/9/2016).

Airlangga mengungkapkan, pihaknya sedang mengkaji beberapa industri untuk dikembangkan sebagai sektor pionir bagi perkembangan industri 4.0 di Indonesia, antara lain industri pupuk, baja, tekstil dan produk tekstil serta memungkinkan untuk industri elektronika.

“Dengan adanya sarana ini, saya yakin bertransformasinya industri Indonesia menuju industri 4.0 tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama,” tegasnya.

Oleh karena itu, Menperin memberikan apresiasi atas berdirinya Panasonic Solution & Innovation Center di Indonesia karena akan mendorong penciptaan varian baru dan peningkatakan kualitas khususnya produk elektronika yang sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.

“Sarana ini juga sangat membantu program pemerintah, sebagaimana tercantum dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional, bahwa langkah awal untuk membangun industri nasional adalah dengan meningkatkan nilai tambah industri Indonesia,” papar dia.

Menperin juga meminta kepada Panasonic agar dapat berkolaborasi dengan dunia pendidikan, industri dan masyarakat dalam upaya mencari solusi-solusi mutakhir bagi peningkatan teknologi manufaktur sehingga industri nasional mampu berdaya saing di pasar domestik dan global.

Misalnya di dunia pendidikan, kata Airlangga, diutamakan menggandeng pendidikan vokasi atau perguruan tinggi guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri sesuai kebutuhan dunia usaha.

“Kolaborasi ini juga akan menjamin terjadinya transfer of knowledge dan transfer of technology bagi para industriawan Indonesia,” tuturnya.

Menperin optimistis, apabila hal tersebut dapat dilakukan, akan terlahir inovator-inovator muda dari Indonesia yang mampu menciptakan karya-karya yang mengglobal dan menjadikan industri Indonesia makin tangguh dan berkembang. “Itulah pentingnya kegiatan riset dan pengembangan teknologi di sektor industri,” ungkap dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
Aturan Teknis Impor...
Aturan Teknis Impor Produk Elektronik Dirilis, Kemenperin Ungkap Isinya
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
43 menit yang lalu
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
1 jam yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
1 jam yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
10 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
11 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
11 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved