Ikut Tax Amnesty, Sandiaga Uno Tak Takut Dipolitisasi

Selasa, 27 September 2016 - 16:50 WIB
Ikut Tax Amnesty, Sandiaga...
Ikut Tax Amnesty, Sandiaga Uno Tak Takut Dipolitisasi
A A A
JAKARTA - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku tidak takut jika keputusan dirinya untuk mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty‎, akan dipolitisasi saat kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Meskipun, keikutsertaannya tersebut berpotensi menjadi bahan untuk menyerang dirinya saat kampanye nanti.

(Baca Juga: Cawagub DKI Jakarta Ini Ikut Program Tax Amnesty)

‎Dia mengaku, telah menerima masukan dari berbagai pihak sebelum memutuskan untuk mengikuti pengampunan pajak. Sandi tak menampik, beberapa pihak memang menyarankan dirinya untuk berpikir ulang karena sudah pasti akan dipolitisasi.

"Salah satu nasehat yang saya terima bahwa ini pasti dipolitisasi,"‎ katanya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu, Jakarta, Selasa (27/9/2016).

(Baca Juga: Soal Tax Amnesty, Sri Mulyani Bilang Dunia Tak Akan Runtuh)

Namun, nampaknya keputusan mantan Wakil Ketua Umum Bidang UMKM ini untuk ikut ambil bagian dalam program amnesti pajak sudah bulat. Baginya, dengan mengikuti program ini maka akan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara.

"Tapi untuk membangun negeri kita tidak perlu takut. Ini adalah UU yang memberi hak kepada WNI," imbuhnya.

Bahkan, dia mengajak para calon gubernur dan calon wakil gubernur lainnya untuk turut serta mengambil bagian dalam program ini. ‎Dengan begitu, maka mereka telah memberikan dukungan terhadap program yang dikeluarkan pemerintah pusat.

"Kegiatan yang mendukung program pemerintah. Saya juga mau mengajak cagub dan cawagub untuk mendukung program tax amnesty yang sangat baik untuk dukung pembangunan dan kesejahteraan rakyat," tutur dia.

(Baca Juga: Pengusaha Kakap Ikut Tax Amnesty, Uang Tebusan Tembus Rp65,9 T)

‎Selain mengajak pesaingnya, Sandi juga mengajak para pengusaha dan politisi untuk ikut program amnesti pajak. Semakin banyak warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam program ini, maka akan memberikan dampak lebih positif.

"Tadi Bu Menteri bilang program ini bisa ciptakan lapangan kerja. Ini diharapkan ujungnya pada peningkatan kesejahteraan rakyat dan lapangan kerja. Ini komitmen saya mengajak banyak pengusaha dan politisi, saatnya kita buka lembaran baru. Saya mantan pengusaha, politis berbasis pengusaha, saya mengajak pengusaha dan politis untuk gunakan haknya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Dikritisi, Pengamat: Blunder ke Penerimaan Negara
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Tinggal 28 Hari! Ikuti...
Tinggal 28 Hari! Ikuti Pengampunan Pajak atau Kena Denda 200 Persen
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
6 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
6 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
7 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
7 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
7 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
7 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved