Wall Street Jatuh Terbebani Saham Apple dan Perbankan

Jum'at, 30 September 2016 - 08:04 WIB
Wall Street Jatuh Terbebani...
Wall Street Jatuh Terbebani Saham Apple dan Perbankan
A A A
JAKARTA - Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup jatuh, terbebani oleh saham Apple serta aksi jual oleh saham Wells Fargo, Citigroup dan bank-bank besar lainnya karena investor khawatir tentang kesehatan Deutsche Bank.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (30/9/2016), Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 1,07% menjadi 18.143,45 atau penurunan paling tajam sejak 13 September. Indeks S&P 500 kehilangan 0,93% menjadi 2.151,13 dan Nasdaq Composite turun 0,93% menjadi 5.269,15.

Sektor keuangan pada Indeks S&P 500 turun 1,49% setelah Bloomberg melaporkan bahwa beberapa hedge fund telah ditarik kelebihan uang tunai dan jabatan pemberi pinjaman di Jerman. Tumbuh kekhawatiran atas stabilitas bank terbesar Jerman ini telah mendorong sahamnya ke rekor terendah dan sahamnya yang terdaftar di AS anjlok 6,7%.

"Cerita Deutsche Bank ini benar-benar bayangan yang sangat panjang lebih dari pasar ekuitas. Dalam beberapa hal, itu berbicara kepada ketakutan lebih besar keuangan bank pusat mengalami masalah serius, dan terakhir kali kami memiliki percakapan krisis keuangan," kata Peter Kenny, ahli strategi pasar senior di Global Markets Advisory Group, di New York.

Menambah sentimen negatif di sektor perbankan, saham Wells Fargo & Co kehilangan 2,07 persen setelah anggota parlemen AS menegur CEO John Stumpf atas penanganan pelanggaran penjualan. Sahaam Citigroup turun 2,28% dan saham JPMorgan Chase turun 1,59%.

Saham Apple jatuh 1,55% setelah Barclays menurunkan target harga. Saham tersebut menjadi hambatan terbesar di Wall Street.

Sementara, sektor kesehatan pada Indeks kesehatan S&P kehilangan 1,84% dan juga sangat membebani S&P 500 akibt saham Merck dan Johnson & Johnson menurun.

Di antara saham yang menguat, Qualcomm melonjak 6,3% setelah Wall Street Journal melaporkan pembuat chip ini sedang dalam pembicaraan untuk membeli NXP Semiconductors. Saham NXP pun melonjak 16,88%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
46 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved