Rupiah Sesi I Tertahan di Level Rp12.900/USD, IHSG Terkoreksi
Selasa, 04 Oktober 2016 - 12:29 WIB
Rupiah Sesi I Tertahan di Level Rp12.900/USD, IHSG Terkoreksi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga sesi siang menjaga tren penguatan untuk membuat tertahan di kisaran level Rp12.970/USD. Membaiknya mata uang Garuda terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi, namun masih betah di zona hijau.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah siang ini semakin menguat ke level Rp12.971/USD atau lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp12.980/USD dengan kisaran harian siang ini berada di posisi Rp12.962-Rp12.988/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg berada di level Rp12.987/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini jauh lebih baik dari sebelumnya yang berada di level Rp12.983/USD dengan kisaran level Rp12.977-Rp12.995/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tidak bergerak di level Rp12.988/USD untuk menjaga tren positif. Posisi ini jauh menguat dari posisi kemarin di level Rp13.010/USD.
Sementara IHSG pada perdagangan sesi I hari ini masih bertahan di zona hijau dengan kenaikan 3,79 poin atau setara dengan 0,07% ke level 5.467,70. Sedangkan pada pagi tadi bursa saham Tanah Air dibuka bertambah 12,53 poin atau 0,23% ke level 5.476,45. Kemarin, IHSG ditutup naik 99,11 poin atau 1,85% ke level 5.463,92.
Sektor saham dalam negeri bergerak variatif hingga siang ini dipimpin kenaikan tambang 0,96% diikuti aneka industri yang bertambah 0.92%. Pelemahan juga terjadi pada beberapa sektor seperti properti yang turun 0.48%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,53 triliun dengan 3,56 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp344,4 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,42 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai Rp1,07 triliun. Tercatat 129 saham menguat, 139 saham melemah dan 103 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG), dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). Di sisi lain saham yang melemah di antaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK).
Menurut data Yahoo Finance, rupiah siang ini semakin menguat ke level Rp12.971/USD atau lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp12.980/USD dengan kisaran harian siang ini berada di posisi Rp12.962-Rp12.988/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg berada di level Rp12.987/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini jauh lebih baik dari sebelumnya yang berada di level Rp12.983/USD dengan kisaran level Rp12.977-Rp12.995/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tidak bergerak di level Rp12.988/USD untuk menjaga tren positif. Posisi ini jauh menguat dari posisi kemarin di level Rp13.010/USD.
Sementara IHSG pada perdagangan sesi I hari ini masih bertahan di zona hijau dengan kenaikan 3,79 poin atau setara dengan 0,07% ke level 5.467,70. Sedangkan pada pagi tadi bursa saham Tanah Air dibuka bertambah 12,53 poin atau 0,23% ke level 5.476,45. Kemarin, IHSG ditutup naik 99,11 poin atau 1,85% ke level 5.463,92.
Sektor saham dalam negeri bergerak variatif hingga siang ini dipimpin kenaikan tambang 0,96% diikuti aneka industri yang bertambah 0.92%. Pelemahan juga terjadi pada beberapa sektor seperti properti yang turun 0.48%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,53 triliun dengan 3,56 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp344,4 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,42 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai Rp1,07 triliun. Tercatat 129 saham menguat, 139 saham melemah dan 103 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG), dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). Di sisi lain saham yang melemah di antaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK).
(akr)
Lihat Juga :