DJP: Sempat Diragukan, Tax Amnesty Akhirnya Lampaui Target
Selasa, 04 Oktober 2016 - 17:53 WIB
DJP: Sempat Diragukan, Tax Amnesty Akhirnya Lampaui Target
A
A
A
JAKARTA - Direktur Perpajakan Internasional, Ditjen Pajak Kemenkeu John Hutagaol mengungkapkan, banyak catatan positif yang ditorehkan dari pelaksanaan tax amnesty periode I yang berlangsung Juli-September 2016. Meskipun pada awalnya, banyak pihak mempertanyakan program tersebut.
Kemudian, program ini dituangkan dalam UU yang kemudian dilaksanakan internalisasi dan eksternalisasi oleh pemerintah untuk menjelaskan lebih detail ke masyarakat.
"Pada awalnya memang untuk menjelaskan tax amnesty butuh waktu banyak, bahkan masyarakat ketika diluncurkan bertanya program apa lagi ini. Banyak yang merasa bingung hingga akhirnya bisa menorehkan catatan positif," kata dia di Jakarta, Selasa (4/10/2016).
Namun, berkat pemerintah yang langsung turun tangan untuk melakukan launching program ini, dan untuk meyakinkan masyarakat Indonesia, mereka berhasil meyakinkan masyarakat bahwa program ini benar-benar bermanfaat.
Menurutnya, program tax amnesty dapat menyelesaikan masalah perpajakan Indonesia yang sangat rumit karena kepatuhan wajib pajak Indonesia masih rendah.
"Karena, kan tax ratio kita masih kurang dari 11%, seharusya bisa 16%. Dan Pak Jokowi akhirnya turun langsung dan meyakinkan kita semua dengan tax amnesty ini," ujarnya.
Dengan pencapaian yang dperoleh di periode I ini, John berharap di periode ke II dan III, pemerintah dapat mengulang kesuksesan, sehingga bisa menopang APBN Indonesia.
"Ini salah satu program yang bisa menopang APBN kita, karena sebagian besar APBN kita ditopang dari penerimaan perpajakan," pungkasnya.
Kemudian, program ini dituangkan dalam UU yang kemudian dilaksanakan internalisasi dan eksternalisasi oleh pemerintah untuk menjelaskan lebih detail ke masyarakat.
"Pada awalnya memang untuk menjelaskan tax amnesty butuh waktu banyak, bahkan masyarakat ketika diluncurkan bertanya program apa lagi ini. Banyak yang merasa bingung hingga akhirnya bisa menorehkan catatan positif," kata dia di Jakarta, Selasa (4/10/2016).
Namun, berkat pemerintah yang langsung turun tangan untuk melakukan launching program ini, dan untuk meyakinkan masyarakat Indonesia, mereka berhasil meyakinkan masyarakat bahwa program ini benar-benar bermanfaat.
Menurutnya, program tax amnesty dapat menyelesaikan masalah perpajakan Indonesia yang sangat rumit karena kepatuhan wajib pajak Indonesia masih rendah.
"Karena, kan tax ratio kita masih kurang dari 11%, seharusya bisa 16%. Dan Pak Jokowi akhirnya turun langsung dan meyakinkan kita semua dengan tax amnesty ini," ujarnya.
Dengan pencapaian yang dperoleh di periode I ini, John berharap di periode ke II dan III, pemerintah dapat mengulang kesuksesan, sehingga bisa menopang APBN Indonesia.
"Ini salah satu program yang bisa menopang APBN kita, karena sebagian besar APBN kita ditopang dari penerimaan perpajakan," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :