IHSG Diprediksi Tertekan Beriringan dengan Sektor Industri
Kamis, 06 Oktober 2016 - 08:11 WIB
IHSG Diprediksi Tertekan Beriringan dengan Sektor Industri
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memprediksi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih akan bergerak tertekan menguji support MA50 dan lower bollinger bands dengan range pergerakan 5.365-5.475.
Dia mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal mengkonfirmasi pola negatif yang terbentuk kemarin, yakni northen star. "Pada perdagangan hari ini break out support MA7 dengan tekanan bearish consolidasi pada indikator Stochastic dan RSI," ujarnya di Jakarta, Kamis (6/10/2016).
Sementara, IHSG kemarin tertekan sejak awal sesi dengan ditutup minus 51,67 poin atau sebesar 0,94% ke level 5.420,65 dengan volume perdagangan yang cukup tinggi.
Seluruh sektor mengalami tekanan aksi jual dengan sektor aneka industri dan pertambangannya yang memimpin pelemahan. Investor asing pun kembali tercatat net sell hingga sebesar Rp33,88 miliar.
"Persetujuan penyertaan modal negara kepada empat BUMN oleh DPR serta kebijakan pemerintah menurunkan harga gas untuk industri nasional seakan direfleksikan negatif pada jangka pendek oleh investor," pungkasnya.
Dia mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal mengkonfirmasi pola negatif yang terbentuk kemarin, yakni northen star. "Pada perdagangan hari ini break out support MA7 dengan tekanan bearish consolidasi pada indikator Stochastic dan RSI," ujarnya di Jakarta, Kamis (6/10/2016).
Sementara, IHSG kemarin tertekan sejak awal sesi dengan ditutup minus 51,67 poin atau sebesar 0,94% ke level 5.420,65 dengan volume perdagangan yang cukup tinggi.
Seluruh sektor mengalami tekanan aksi jual dengan sektor aneka industri dan pertambangannya yang memimpin pelemahan. Investor asing pun kembali tercatat net sell hingga sebesar Rp33,88 miliar.
"Persetujuan penyertaan modal negara kepada empat BUMN oleh DPR serta kebijakan pemerintah menurunkan harga gas untuk industri nasional seakan direfleksikan negatif pada jangka pendek oleh investor," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :