189 Saham Turun, IHSG Ditutup Melemah Sendirian di Asia
Kamis, 06 Oktober 2016 - 16:36 WIB
189 Saham Turun, IHSG Ditutup Melemah Sendirian di Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir melemah dengan penurunan sebesar 11,30 poin atau setara dengan 0,21% ke level 5.409,34. Pelemahan IHSG sore ini di tengah menguatnya bursa Asia sore ini.
Sementara pada perdagangan tadi pagi, IHSG berhasil dibuka menguat 11,43 poin atau 0,21% ke level 5.431,84 dan pada sesi siang berbalik turun 6,28 poin atau 0,12% ke level 5.414,37. Sedangkan pada penutupan kemarin ditutup anjlok 51,67 poin atau setara dengan 0,94% ke level 5.420,65.
Dilansir CNBC, Kamis (6/10/2016) bursa saham Asia hari ini ditutup menguat, didukung kenaikan harga minyak tadi malam. Sementara, saham Samsung Electronics di Korea Selatan melonjak setelah aktivis investor AS menyerukan perbaikan perusahaan.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi ditutup naik 0,6% atau 12,30 poin menjadi 2.065,3, bahkan setelah Topan Chaba menghantam bagian selatan negara tersebut kemarin.
Di Korsel, Topan Chaba setidaknya tiga orang meninggal dunia dan membanjiri pelabuhan terbesar di negara itu di Kota Busan, situs industri dan pabrik-pabrik, dan puluhan penerbangan dibatalkan.
Saham Hyundai Motor turun 0,71% setelah Reuters melaporkan bahwa dua dari pabriknya menghentikan operasi karena kemasukan air dari topan.
Namun, indeks utama mendapat dukungan tinggi dari saham Samsung Electronics yang melompat 4,45% setelah Reuters melaporkan US hedge fund Manajemen Elliot menerbitkan surat yang menyerukan direksi di papan perusahaan Korea Selatan untuk membuat beberapa perubahan tata kelola perusahaan, termasuk meningkatkan dividen.
Sementara, di Jepang, Indeks patokan Nikkei 225 ditutup naik 0,47% atau 79,86 poin menjadi 16.899,1, karena yen terus melemah terhadap USD. Di Hong Kong, Indeks Hang Seng naik 0,47% di perdagangan Asia sore ini.
Di Australia, Indeks ASX 200 ditutup naik 0,55% atau 30,075 poin ke level 5.483, dengan sektor energi mendapatkan kenaikan 1,97% dan sektor keuangan naik 0,7%.
Di Indonesia, mayoritas sektor saham dalam negeri hingga sesi perdagangan sore hari ini masih sulit keluar dari jalur negatif dipimpin kejatuhan sektor infrastruktur yang turun 1,51% disusul sektor aneka industri yang melemah 0,69%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,06 triliun dengan 9,27 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp75,04 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,34 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,26 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 116 saham menguat, 189 saham melemah dan 102 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) naik Rp190 menjadi Rp2.190, PT Siantar Top Tbk (STTP) naik Rp60 menjadi Rp3.150, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik Rp50 menjadi Rp4.620.
Di sisi lain saham-saham yang melemah yakni PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp100 menjadi Rp6.850, PT Polaris Investama Tbk (PLAS) turun Rp90 menjadi Rp820, dan PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp75 menjadi Rp8.350.
Sementara pada perdagangan tadi pagi, IHSG berhasil dibuka menguat 11,43 poin atau 0,21% ke level 5.431,84 dan pada sesi siang berbalik turun 6,28 poin atau 0,12% ke level 5.414,37. Sedangkan pada penutupan kemarin ditutup anjlok 51,67 poin atau setara dengan 0,94% ke level 5.420,65.
Dilansir CNBC, Kamis (6/10/2016) bursa saham Asia hari ini ditutup menguat, didukung kenaikan harga minyak tadi malam. Sementara, saham Samsung Electronics di Korea Selatan melonjak setelah aktivis investor AS menyerukan perbaikan perusahaan.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi ditutup naik 0,6% atau 12,30 poin menjadi 2.065,3, bahkan setelah Topan Chaba menghantam bagian selatan negara tersebut kemarin.
Di Korsel, Topan Chaba setidaknya tiga orang meninggal dunia dan membanjiri pelabuhan terbesar di negara itu di Kota Busan, situs industri dan pabrik-pabrik, dan puluhan penerbangan dibatalkan.
Saham Hyundai Motor turun 0,71% setelah Reuters melaporkan bahwa dua dari pabriknya menghentikan operasi karena kemasukan air dari topan.
Namun, indeks utama mendapat dukungan tinggi dari saham Samsung Electronics yang melompat 4,45% setelah Reuters melaporkan US hedge fund Manajemen Elliot menerbitkan surat yang menyerukan direksi di papan perusahaan Korea Selatan untuk membuat beberapa perubahan tata kelola perusahaan, termasuk meningkatkan dividen.
Sementara, di Jepang, Indeks patokan Nikkei 225 ditutup naik 0,47% atau 79,86 poin menjadi 16.899,1, karena yen terus melemah terhadap USD. Di Hong Kong, Indeks Hang Seng naik 0,47% di perdagangan Asia sore ini.
Di Australia, Indeks ASX 200 ditutup naik 0,55% atau 30,075 poin ke level 5.483, dengan sektor energi mendapatkan kenaikan 1,97% dan sektor keuangan naik 0,7%.
Di Indonesia, mayoritas sektor saham dalam negeri hingga sesi perdagangan sore hari ini masih sulit keluar dari jalur negatif dipimpin kejatuhan sektor infrastruktur yang turun 1,51% disusul sektor aneka industri yang melemah 0,69%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,06 triliun dengan 9,27 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp75,04 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,34 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,26 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 116 saham menguat, 189 saham melemah dan 102 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) naik Rp190 menjadi Rp2.190, PT Siantar Top Tbk (STTP) naik Rp60 menjadi Rp3.150, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik Rp50 menjadi Rp4.620.
Di sisi lain saham-saham yang melemah yakni PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp100 menjadi Rp6.850, PT Polaris Investama Tbk (PLAS) turun Rp90 menjadi Rp820, dan PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp75 menjadi Rp8.350.
(izz)
Lihat Juga :